Cilok 46 Badaruddin Sempat Difitnah Pakai Daging Babi, Kini Dia Tantang Penyebar Hoax

Badaruddin tidak habis pikir pada ulah orang yang tidak bertanggung jawab mengisukan cilok dagangannya dibuat dari daging babi

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Cilok 46. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badaruddin tidak habis pikir pada ulah orang yang tidak bertanggung jawab mengisukan cilok dagangannya dibuat dari daging babi sehingga omsetnya turun drastis hingga separuhnya.

Hal ini membuat pendapatannya turun yang biasanya bisa menjual habis cilok dengan omset Rp 1 juta per hari menjadi Rp 500 ribu.

Dari omset ini dia mendapat bagi hasil daganganya yang laku dijualnya.

Hal ini dia alami belum lama ini tepatnya usai idul Fitri beberapa waktu lalu.

Dampaknya bukan cuma cilok jualannya saja yang sepi tapi juga cilok yang dijajakan rekannya yang tergabung dalam paguyuban cilok 46 juga terkena dampaknya.

Belasan rekannya juga harus merugi beberapa waktu karena isu miring itu.

"Alhamdulilah meski diuji diterpa isu miring cilok kami masih dicari pelanggan dan mereka percaya kualitas cilok ini," uajr Badarudin, Senin (23/9/2019).

Untuk membuktikan kebersihan dagangannya, cilok 46 ini telah mengantongi izin kesehatan yang dikeluarkan Dinas Kesehatan dengan nomor 2031671011158-19 yang dikeluarkan tahun ini.

Badarudin menantang yang menyebarkan isu dagangannya tidak higenis dan dibuat dari barang haram untuk datang dan mengeceknya langsung di lokasi pembuatan colok di Jalan Gotong Rorong Lebong Siarang Palembang.

Badarudin berani menjamin semua bahan yang dibuat menjadi cilok berkualitas mulai dari tepung, ayam, hingga kadar air dan ukuran cilok yang dibuat juga bumbu tanpa pewarna dan pengawet juga pengenyal.

Oleh sebab itulah cilok ini tidak bisa dibiarkan berada di ruang terbuka dalam waktu lama karena bisa rusak atau basi.

Setiap cilok yang dibuat ditimbang dengan ukuran 0,8 gram cilok besar dan 0,3 gram cilok kecil dan kadar keasaman air atau PH 7.

"Daging ayamnya kami giling sendiri sehingga segar setiap hari," tambah Badarudin.

Beranggotakan puluhan orang, paguyuban cilok ini juga merambah berjualan hingga Indralaya dan Kayu Agung.

"Izin Dinkes ini remsi bisa di cek sendiri ke Dinkes dan silahkan cek proses pembuatan colok kami kalau masih ragu, kami sangat rugi karena isu tidak benar tersebut," keluh Badarudin.

Badarudin, penjual cilok 46 yang biasa berjualan di depan pintu parkir Palembang Square, Senin (23/9/2019).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved