Karhutla 2019

Kebakaran Meluas, Kebun Buah-buahan Warga Bingin Teluk Muratara Juga Terbakar

Kebakaran hutan, kebun dan lahan di beberapa wilayah dalam Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih terus terjadi

Kebakaran Meluas, Kebun Buah-buahan Warga Bingin Teluk Muratara Juga Terbakar
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Api melahap kebun buah-buahan milik warga di Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Minggu (22/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Kebakaran hutan, kebun dan lahan di beberapa wilayah dalam Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih terus terjadi.

Hari ini saja Minggu (22/9/2019), kebakaran lahan semakin meluas di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Tim gabungan Satgas Darat Karhutla dibantu masyarakat masih terus berjibaku memadamkan api.

Pantauan Tribunsumsel.com, api terlihat merayap membakar setiap tumbuhan di lahan yang terbakar tersebut.

Kondisi cuaca panas ditambah angin kencang membuat api dengan cepat menjalar menghanguskan seisi lahan.

Adapun yang terbakar ialah perkebunan milik masyarakat yang berisi tanaman buah-buahan seperti pisang, durian, duku, dan lain-lain.

Polda Sumsel Terjunkan Anjing Pelacak Telusuri Dugaan Lahan Sengaja Dibakar atau Tidak

Api juga melahap lahan terlantar bekas persawahan masyarakat yang sudah lama tidak dimanfaatkan.

Hingga kini belum diketahui dari mana api berasal serta berapa luas lahan yang terbakar.

"Tidak tahu dari mana asalnya (api)," ujar Anwar, pemilik kebun buah-buahan yang belum terbakar.

Ia dan beberapa warga lainnya bersiap siaga menjaga kebunnya masing-masing agar tidak ikut terbakar.

"Sudah saya buat jalur pemotong supaya tidak merambat ke kebun saya, tapi saya khawatir apinya lewat jalan atas," ujarnya.

Pria Ini Gigit Kaki Buaya yang Memangsa Anaknya Saat Mandi di Sungai, Aksi Heroiknya Viral

Kepala Satgas Karhutla Kabupaten Muratara, Syarmidi mengatakan, tim di lapangan kesulitan menangani Karhutla di Bingin Teluk tersebut.

Kesulitan yang dihadapi tim gabungan untuk memadamkan api lantaran tidak ada sumber air di lokasi kebakaran.

Sehingga tim berupaya memadamkan api menggunakan alat manual dengan cara memukul kobaran api pakai kayu.

"Kondisi di sana kering, tidak ada air, ditambah angin juga kencang, sehingga api dengan cepat menyebar," ujarnya.

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved