Awas! Ternyata Buah Anggur dari Cina Ini Mengandung Formalin, Heboh di Lubuklinggau

Puluhan pedagang anggur musiman impor asal Cina membanjiri Kota Lubuklinggau saat ini. Ternyata setelah dicek mengandung formalin

Awas! Ternyata Buah Anggur dari Cina Ini Mengandung Formalin, Heboh di Lubuklinggau
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Suasana warga membeli anggur Impor asal Cina di Jl Yos Sudarso 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Puluhan pedagang anggur musiman impor asal Cina membanjiri Kota Lubuklinggau saat ini.

Buah ranum asal negeri Panda itu, dijual secara eceran di sepanjang Yos Sudarso Kota Sebiduk Semare.

Buah anggur berwarna merah itu pun langsung menjadi serbuan masyarakat, karena harganya yang terbilang murah karena dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilogram.

M Nasir salah satu pedagang mengatakan, buah anggur yang mereka jual, mereka datangkan langsung dari Jakarta.

"Ngambilnya dari Jakarta 4 Ton, barang impor dari Cina, harganya Rp 50 ribu," kata Nasir pada Tribunsumsel.com, Senin (10/9).

Nasir mengatakan, penjualan anggur merah asal Cina itu cukup menggiurkan, selain harganya yang terbilang murah, juga kualitas buah cukup enak dan kenyal.

"Kami jualnya setiap daerah, kami jual di Lampung, Lubuklinggau, setelah ini mau jual ke Bengkulu, Padang terakhir di Aceh," ungkapnya.

Petugas menemukan kandungan formalin dalam anggur ini.
Petugas menemukan kandungan formalin dalam anggur ini. (EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM)

Maraknya penjual anggur eceran di Kota Lubuklinggau membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin), Dinas Ketahanan Pangan melakukan pengecekan dilapangan.

"Hasil teskit beberapa buah anggur yang dijual eceran itu ternyata positif mengandung zat berbahaya pestisida dan formalin," kata Kabid Pengendalian dan Pengawasan Disdagrin Kota Lubuklinggau, Arwandy Andang Cahaya.

Meskipun mengandung formalin dan pestisida, namun tim gabungan tidak melakukan penyitaan, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) lebih dahulu.

"Kita tidak menyita baranya ini, namun kita menghimbau dan tidak melarang masyarakat untuk membeli. Tapi masyarakat wajip tahu karena ini bentuk perlindungan kepada konsumen," paparnya.

Disdagrin juga meyarankan kepada para pedagang untuk tidak mudah-mudah berjualan. Harusnya mereka bertanya terlebih dahulu kepada balai karantina apakah anggur itu layak atau tidak dijual.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved