Bupati Muaraenim Ditangkap KPK

Bupati Muaraenim Ditangkap KPK, Mawardi Yahya: Sudah Sering Diingatkan Untuk Hati-hati

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan bahwa sudah sering diingatkan untuk berhati-hati.

Bupati Muaraenim Ditangkap KPK, Mawardi Yahya: Sudah Sering Diingatkan Untuk Hati-hati
LINDA/TRIBUNSUMSEL.COM
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Selasa (3/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Muaraenim Ahmad Yani, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan bahwa sudah sering diingatkan untuk berhati-hati.

"Kita sudah sering mengingatkan baik pejabat maupun teman-teman seperti Bupati, DPR dan lain-lain untuk berhati-hati dalam bertindak," kata Mawardi Yahya, Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, kalau sudah seperti itu mau ngomong apa. Kalau mau ngomong tidak tapi fakta dan buktinya begitu. Itulah kenyatanya, kalau sudah begini keluarga lah yang menderita.

"Kita mengharapakan kepada semua pihak agar berhati-hati. Sebab KPK tidak sembarangan menangkap. Bisa saja sudah dipantau atau diawasi sejak beberapa bulan lalu," imbaunya.

Mawardi juga mengatakan, KPK juga tidak akan memfitnah tanpa bukti. "Kalau untuk laporan atau informasi secara resmi saya belum dapat, ia dapatnya denger-denger dari media ini lah, katanya.

Sebelumnya, Naufal anak kedua Bupati Muaraenim Ahmad Yani membantah ayahnya terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat kejadian bukan OTT ya, tetapi sedang rapat di Bappeda Muaraenim," terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ayahnya dijemput KPK saat melakukan rapat mingguan di Bappeda Muaraenim.

Terkait keberadaan Ahmad Yani, saat ini tengah berada di Jakarta bersama dengan rekan lainnya yang terlibat dalam hal itu.

"Iya benar ayah ke Jakarta sebagai saksi," pungkasnya.

 Kronologi OTT Bupati Muaraenim Ahmad Yani, Ada Uang Rp 35 Ribu Dollar AS dan Terkait Proyek PU

Sementara itu, hal lain yang diungkapkan Naufal, ayahnya dijebak hanya saja ia tidak ingin berspekulasi lebih jauh dan semua akan diserahkannya secara hukum kepada KPK.

"Kami menganggap kejadian ini dijebak. Kita tidak akan mengembangkan kasus lebih jauh, kita biarkan KPK menjelaskan lebih lanjut. Tetapi seperti yang tadi sudah dikatakan ini bukan OTT," jelas Naufal saat ditemui di kediamannya Jalan Inspektur Marzuki nomor 2543/40 RT 09 RW 07, Siring Agung, Ilir Barat I Palembang, Selasa (03/9/2019) pagi.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved