Dua Hari Diguyur Hujan, Pemkot Lubuklinggau Tetap Gelar Salat Istisqa

Sudah dua hari terakhir hujan turun merata Kota Lubuklinggau, guyuran hujan deras kemarin membuat jalanan Kota Lubuklinggau basah

Dua Hari Diguyur Hujan, Pemkot Lubuklinggau Tetap Gelar Salat Istisqa
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Jajaran Pemkot Lubuklinggau dan masyarakat saat melaksanakan salat istisqa 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sudah dua hari terakhir hujan turun merata Kota Lubuklinggau, guyuran hujan deras kemarin membuat jalanan Kota Lubuklinggau basah.

Tanah yang sebelumnya gersang, dan dihalaman rumah warga yang berdebu karena dua bulan tak terkena air kini mulai basah kembali.

Namun, meskipun hujan sudah turun Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau serta kaum muslimin tetap melaksanakan salat Istisqa di Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Kamis (29/8).

Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengatakan kita berkumpul disini untuk melaksanakan salat Istisqa guna memohon sekaligus meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Apalagi saat ini sudah masuk musim tanam dan terjadi kebakaran hutan. “Melalui salat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan supaya tanam tumbuh kita tidak kering lagi,” ujarnya.

Menurutnya, salat Istisqa ini merupakan ikhtiar dalam upaya mengharapkan rahmat dari Allah SWT agar menurunkan hujan karena di Kota Lubuklinggau khususnya sudah lama mengalami musim kemarau.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak, ibu dan seluruh jajaran Pemkot atas kehadiran untuk melaksanakan salat Istisqa di Masjid Agung As-Salam ini.

"Semoga apa yang kita munajatkan akan diijabah oleh Allah SWT,” harapnya.

Yang bertindak sebagai khotib dalam salat tersebut adalah H. Muhammad Said, MA dan Imam H. Nasichuddin, S.Th.I

Dalam khotbahnya Muhammad Said, MA menyampaikan hujan adalah rahmat Allah SWT. Walaupun sudah turun hujan di Kota Lubuklinggau, tapi masih banyak daerah yang belum turun hujan dan mengalami kekeringan.

Salah satu akibatnya adalah terjadi kebakaran hutan. Hal ini merupakan peringatan agar masyarakat bertobat kepada Allah SWT karena banyak sekali maksiat dan dosa-dosa yang telah dilakukan.

“Hari ini kita meminta rahmat kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, semoga doa kita hari ini diijabah oleh Allah SWT. Kita juga harus berprasangka baik kepada Allah SWT. Mari kita panjatkan doa kepada Allah semoga diturunkannya hujan yang deras dan daerah-daerah yang belum turun hujan segera diturunkan hujan,” ajaknya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved