Karhutla 2019

Banyak Kebakaran Hutan dan Lahan, Kepala BPBD Sumsel Tidur tak Nyenyak, Telepon Selalu Berdering

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Iriansyah, menjadi sangat sibuk saat musim kemarau ini

Editor: Wawan Perdana
LINDA/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala BPBD Sumsel Iriansyah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Iriansyah, menjadi sangat sibuk saat musim kemarau ini.

Ia beberapa bulan terakhir tidur tak nyenyak karena sibuk urus kebakaran hutan di Sumsel.

Menurut dia, hampir tak ada waktu untuk bisa istirahat, setiap hari selalu mengelar rapat hingga ke lokasi melakukan pemadaman api.

"Hari ini padat rapat dari pagi, belum lagi ada kordinasi dari kementerian terkait pemadam kebakaran. Tidur hanya tidur ayaman," kata Iriansyah, Selasa (27/8/2019) saat dihubungi.

Iriansyah mengatakan, telpon tak berhenti berdering dari jendral bintang, satu hingga bintang tiga yang berkordinasi mengenai kebakaran hutan.

Listrik Tiga Wilayah di MURA MURATARA dan LUBUKLINGGAU Sering Padam, PLN S2JB Lakukan Pemeliharaan

"Ada Brigjen ada laksamana yang telpon, " kata dia.

Iriansyah mengatakan, sudah 36 hari tanpa hujan di wilayah Sumsel.

Sehingga beberapa kabupaten mengalami kekeringan, diantaranya OI, OKI, Muba, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan termasuk di Mura dan Muratara.

"Kekeringan ini cepat sekali menyebabkan cepat mengalami kebakaran," kata dia.

Dikhawatirkan kondisi kering ini menyebabkan kebakaran hutan meluas, apalagi jika di gambut, dan ini yang dikhawatirkan.

Tomtom Warga Palembang Tak Hentinya Menangis Lihat Rumah Warisan Habis Terbakar

"Water boombing, darat satgas gabungan TNI Polri, Mangala Agni, perusahaan bekerjasama untuk padamkan api," kata dia.

Menurut data luas lahan terbakar hingga Senin (26/8) mencapai 1.822 hektar, meningkat dari sebelumnya sebanyak 1.675 hektar pada Sabtu (24/8).

Melalui empat unit helikopter pembom air yang sudah menjatuhkan 5,4 juta liter air dari 1.367 kali aktivitas penumpahan air di titik kebakaran.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten memprediksi kemarau masih akan terjadi sampai Oktober 2019 mendatang.

Peluang curah hujan kurang dari 50 mm bulan Agustus Dasarian 3 di Wilayah Sumsel Sangat masih minim, karena saat ini masih dalam bulan terkering di Sumsel.

Sungai Musi Menyusut Banyak Tongkang Batubara Kandas, Kapal Nelayan Tidak Bisa Melintas

Kasi Informasi dan Data BMKG Palembang, Nandang mengatakan, berdasarkan Data HTH Dasarian 2 Agustus 2019, hampir diseluruh Kabupaten Wilayah Sumsel saat ini saat ini sudah 21-30 Hari tidak mendapatkan hujan kecuali wilayah Pagaralam, Empat lawang dan Lubuk Linggau, Demikian, tks

Sesuai Prakiraan Musim kemarau 2019 Wilayah Sumsel, kami prediksi akan berlangsung hingga Oktober Dasarian 2 tahun 2019.

Sampai saat ini berdasarkan data 30 tahun terakhir, panjang musim Kemarau diwilayah Sumsel masih Normal.

"Sejauh ini Informasi Prakiraan dan potensi dari Bmkg sudah disampaikan jauh -jauh hari kepada Seluruh Stake holder atau OPD terkait sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak yang terjadi di lapangan," kata dia. (SP/ Yandi)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved