Berita Banyuasin

Sungai Musi Menyusut Banyak Tongkang Batubara Kandas, Kapal Nelayan Tidak Bisa Melintas

tongkang angkutan batu bara kandas saat melintasi jalur Sungai Musi di Desa Tebing Abang dan Desa Pagar Bulan Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin

Sungai Musi Menyusut Banyak Tongkang Batubara Kandas, Kapal Nelayan Tidak Bisa Melintas
Sripo/ Mat Bodok
Tampak beberapa ponton angkutan batu bara yang kandas di Sungai Musi persisnya di lokasi Desa Tebing Abang dan Desa Pagar Bulan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin. Sehingga transportasi sungai terganggu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Sejumlah tongkang angkutan batu bara kandas saat melintasi jalur Sungai Musi di Desa Tebing Abang dan Desa Pagar Bulan Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.

Keberadaan tongkang ini meresahkan nelayan lantaran menutupi arus sungai sehingga perahu ketek takut melintas.

Tongkang ini kandas karena anak Sungai Musi mengalami surut.

Akibat banyaknya tongkang yang tersandar di tengah sungai, sehingga jalur sungai tertutup.

"Kami kesulitan untuk melintas karena, aliran sungai tertutup panjangnya ponton yang bermuatan batu bara," kata Basri warga Desa Tebing Abang, Selasa (27/8/2019).

Polisi Beberkan Kronologi Istri Membakar Suami di OKI, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Bukan hanya tak bisa melintas, para nelayan saat ini merugi.

Akibat tidak bisa melakukan aktivitas mencari ikan.

"Sejak tertutupnya aliran sungai oleh banyaknya ponton di Sungai Musi. Menyebabkan petani merugi. Karena tidak bisa memcari ikan," ujar Basri.

Hal senada diucapkan Effriady warga Rantau Bayur.

Akibat menumpuknya tongkang angkutan baru bara di Sungai Musi Desa Tebing Abang dan Desa Pagar Bulan, sangat merugikan pencari ikan.

"Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggungjawab. Seharusnya perusahaan angkutan batu bara harus memberikan solusi ke petani agar jangan sampai berlarut berkepanjangan," tutur Effriady.

Ia meminta secepatnya pihak terkait menyelesaikan kendala ini yang berdampak besar pada hasil pendapatan petani.

Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air Polres Pagaralam Gelar Sholat Istisqo

Kadishub Kabupaten Banyuasin Antony Liando mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan masuk terkait adanya ponton angkutan barang yang kandas di wilayah Rantau Bayur.

"Terimakasih, infonya. Secepatnya pihak dishub akan mengecek ke lokasi. Karena, apabila badan sungai tertutup bisa berdampaj besar bagi warga sekitar," tegas Antony seyogjanya pihak perusahaan ponton bisa membaca kondisi cuaca sekarang ini. Sehingga tidak menjalankan pontonnya. (SP/ Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved