Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas

2 Siswanya Tewas Ikut Orientasi, Ini Nasib dan Sanksi Diterima SMA Taruna Indonesia

TRIBUNSUMSEL.OM, PALEMBANG-Delwyn dan Wiko, dua siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang meninggal dunia setelah ikut kegiatan orientasi sekolah

2 Siswanya Tewas Ikut Orientasi, Ini Nasib dan Sanksi Diterima SMA Taruna Indonesia
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo 

TRIBUNSUMSEL.OM, PALEMBANG-Delwyn dan Wiko, dua siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang meninggal dunia setelah ikut kegiatan orientasi sekolah.

Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini yakni pembina orientasi sekolah.

SMA Taruna Indonesia Palembang juga telah diberi sanksi oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, tidak boleh menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo enggan berkomentar banyak.

Namun ia mengatakan bahwa sistem akreditasi SMA Taruna Indonesia akan diperiksa Disdik selaku pihak yang menilai kinerja sekolah.

"SMA Taruna Indonesia saat ini akreditasinya B, maka nantinya akan kami tinjau ulang akreditasinya."

"Sekarang mereka menjalani hukuman tidak boleh menerima siswa baru, kalau untuk sekolah tetap jalan," ujarnya singkat saat di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (5/8/2019).

BREAKING NEWS Gubernur Herman Deru Sanksi SMA Taruna Palembang Dilarang Terima Siswa Baru Tahun 2020

Sementara itu di tempat yang sama Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, ia beserta tim investigasi dan stakeholder terkait sudah rapat.

"Maka berdasarkan keputusan bersama SMA Taruna Indonesia Palembang tidak boleh menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020/2021," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sekolah tersebut dilarang menerima siswa baru selama 1 tahun.

Setelah satu tahun, jika SMA itu mengajukan pengaktifan maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan akan diturunkan lagi tim evaluasi.

Tersangka Kasus Kematian Siswa SMA Taruna Malah Tuntut Polisi Bayar Rp 1 Miliar

"Lalu mulai saat ini SMA Taruna Indonesia juga menghentikan kegiatan belajar mengajar yang bersifat Militer. Saya nyatakan itu dilarang dan jalan seperti sekolah biasa, kalau soal atribut ya silahkan saja," katanya

Lalu terkait persoalan pidana menurut Herman Deru diserahkan pada polisi, jaksa dan pengadilan.

Sedangkan terkait proses belajar mengajar untuk siswa yang sudah ada tetap berjalan, yang tidak boleh hanya menerima siswa di tahun ajaran 2020/2021.

"Sanksi ini tegas artinya setelah satu tahun sanksi ini dijalankan dan jika SMA Taruna Indonesia Palembang tersebut tidak memperbaiki diri maka saatnya mereka harus menutup diri dengan sendirinya," ungkapnya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved