Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas

Pihak Kepolisian Kumpulkan Bukti dan Perdalam Kasus Dugaan Penganiayaan SMA Taruna

Pihak keluarga dan kuasa hukum dari Wiko Jerianda (16) telah membuat laporan resmi ke SPKT Polresta Palembang pada Jumat (19/7/2019) sekira pukul 23:

Pihak Kepolisian Kumpulkan Bukti dan Perdalam Kasus Dugaan Penganiayaan SMA Taruna
TRIBUNSUMSEL.COM/LUSI FARADILA
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pihak keluarga dan kuasa hukum dari Wiko Jerianda (16) telah membuat laporan resmi ke SPKT Polresta Palembang pada Jumat (19/7/2019) sekira pukul 23:15 WIB.

Dalam laporan yang buat oleh pelapor Dedi Heriansyah SH (33) selalu kuasa hukum keluarga Wiko.

Diduga Wiko menjadi korban penganiayaan.

Hal ini dikabarkan dari orang tua Wiko, yakni Suwito kepada pelapor.

Wiko yang dirawat dirumah sakit selama 6 hari ini pun akhirnya menghembuskan nafas terkakhir pada pukul 20:00 WIB di RS Charitas Palembamg.

Menanggapi hal ini, Kasat Reskirm Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkam adanya kejadian tersebut.

"Ya memang kita sudah mendengar sesuai konfirmasi terakhir juga pihak kita sudah menemui yang diduga korban penganiayaan," ungkap Yon saat dijumpai diruang Unit Pidum Polresta Palembang.

Dikatakan Yon, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya pada jumat malam

"Memang benar yang bersangkutan ada, dan telah meninggal dunia. Namun kita telusuri lebih lanjut apakah memang sebab akibat atau hubungannya dengan SMA Taruna."

"Termasuk adanya tindak penganiayaan, karena itu kita juga masih menyelidik dari laporan keluarga korban untuk pembuktian tersebut,"jelasnya.

Dari Pantauan di lapangan, juga terlihat belasan siswa SMA Taruna Berseragam hitam lengkap dengam sepatu PDLnya mendatangi unit Reskrim Polresta Palembang untuk dimintai keterangan oleh petugas.

Para siswa dan siswi tersebut juga didampingi oleh perwakilan wali kelas dari SMA Taruna Indonesia.

"Untuk beberapa dalam proses penyelidikan ini ada yang kita mintai keterangan dan interogasi ," katanya.

Lebih lanjut Yon mengatakan tidak menutup kemungkinan, kepala sekolah akan kembali didatangkan ke Polresta untuk keperluan interogasi.

"Mulai dari pihak pengajar maupun pembina yang terlibat dari pihak sekolah tersebut. Dan kejadian ini mungkin akan kita perdalam termasuk perkara sebelumnya yang sedang dlam proses berjalan ini di unit pidum polresta Palembang,"tukasnya.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved