DPO KDRT Tertangkap Bawa Senjata Api Rakitan di Desa Gemawang Muara Enim

Anggota Polsek Rambang Dangku mendapatkan barang bukti berupa satu pucuk senpi jenis FN berisi dua butir amunisi 5 mm aktif dann siap tembak

DPO KDRT Tertangkap Bawa Senjata Api Rakitan di Desa Gemawang Muara Enim
kompas.com
Ilustrasi senjata api rakitan 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM-Setelah sempat buron menjadi daftar pencarian orang (DPO) kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Imran Trisno (49 tahun), warga Desa Gemawang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muaraenim, malah tertangkap tangan membawa Senjata Api Rakitan (Senpira).

Imran ditangkap di Desa Gemawang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muaraenim, Rabu (18/7/2019).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian tersebut berawal saat anggota Polsek Rambang Dangku yang dipimpin oleh Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah, hendak menangkap seorang laki-laki bernama Imran yang merupakan DPO perkara KDRT di Desa Gemawang.

Setelah tertangkap, langsung dilakukan penggeledahan badan dan tas sandang yang dibawanya.

Pada saat menggeledah tas sandang yang dibawanya, anggota Polsek Rambang Dangku mendapatkan barang bukti berupa satu pucuk senpi jenis FN berisi dua butir amunisi 5 mm aktif dann siap tembak.

Orangtua Besuk Obi Frisman di Tahanan, Tersangka Ternyata Anak Semata Wayang

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono didampingi Humas Ipda Yarmi menjelaskan, tersangka adalah DPO KDRT, namun ketika ditangkap dan digeledah pihaknya mendapatkan barang bukti
tas sandang warna coklat merk SSDL.

satu pucuk senpi jenis FN berisi dua butir amunisi 5 mm siap tembak, satu buah dompet berisi empat butir amunisi aktif caliber 5 mm, empat butir amunisi aktif caliber 5,56 mm dan dua butir selongsong peluru Caliber 5 mm.

Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.(ari)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved