Karhutla 2019

Bulan Juli Ini Terjadi 3 Kali Kebakaran Lahan Perkebunan Tebu PT LPI di OKU Tmur

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Kebakaran lahan perkebunan tebu di PT Laju Perdana Indah (LPI) sudah tiga kali terjadi di bulan Juli ini

Bulan Juli Ini Terjadi 3 Kali Kebakaran Lahan Perkebunan Tebu PT LPI di OKU Tmur
Istimewa/ BPBD
Kebakaran lahan perkebunan tebu di PT LPI beberapa hari lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Kebakaran lahan perkebunan tebu di PT Laju Perdana Indah (LPI) sudah terjadi tiga kali di bulan Juli ini.

Kepala BPBD OKU Timur Mgs Habibullah dikonfirmasi Kamis (18/7/2019) menjelaskan, meski api berhasil dipadamkan namun dampak dari kebakaran tersebut menimbulkan munculnya hotspot ketika dilakukan pemantauan.

Menurut Habib, kebakaran pertamakali terjadi pada Jumat (12/07/2019) lalu dengan lokasi Desa Bungin Kecamatan Semendawai Timur pada pukul 18.35.

Luas lahan terbakar 1,70 hektare (Ha).

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran PT LPI.

Pemprov Sumsel Intruksikan Para Kepala Daerah Siaga Karhutla

Kemudian kebakaran kembali terjadi kedua kalinya pada Senin (15/07/2019) di Desa Cahayanegeri Kecamatan Semendawai Suku III.

Akibat kebakaran tersebut menyababkan munculnya hotspot.

Setelah api berhasil dipadamkan kebakaran kembali terjadi Rabu (17//07/2019).

Namun api belum sempat meluas membakar lahan tebu karena petugas pemadaman kebakaran perusahaan bergerak cepat melakukan pemadaman.

Melihat Airboat APP Sinas Mas Pencegah Karhutla, Bisa Dipakai di Darat dan Air, Efektif di Rawa

"Penyebab sementara diduga oleh perbuatan oknum tidak bertanggungjawab. Namun pelaku belum diketahui."

"Kita sudah mengingatkan kepada pihak perusahaan perkebunan agar waspada dan petugas pemadam kebakaran harus selalu siaga karena saat ini sedang musim kemarau dan tanaman tebu gampang terbakar," katanya.

Selain mengingatkan perusahaan kata Habib, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada karena pada musim kemarau rentan terjadi musibah kebakaran.

Baik kebakaran lahan maupun hutan bahkan kebakaran pemukiman.

Bahkan lanjut Habib, untuk mengantisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda menerbitkan maklumat kesepakatan Nomor: 022/SPK/BPBD.SS/2019. Nomor:MAK/04/VII/2019. Nomor: MoU/08/VII/2019. Larangan pembakaran lahan atau ilalang/semak belukar.

"Bagi yang melanggar akan ada sanksi," katanya. (SP/ Evan Hendra)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved