Berita Gubernur Sumsel

Gubernur Sumsel : Sumatera Punya Modal Perkecil Ketimpangan dengan Pulau Jawa

Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah di kawasan Sumatera khususnya Sumsel merupakan modal untuk memperkecil ketimpangan antara pulau Sumatera

Gubernur Sumsel : Sumatera Punya Modal Perkecil Ketimpangan dengan Pulau Jawa
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto-Indikator Sosial Ekonomi (Konreg PDRB-ISE) se-Sumatera 2019, di Hotel The Zuri Transmart Palembang, Kamis (3/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah di kawasan Sumatera khususnya Sumsel merupakan modal untuk memperkecil ketimpangan antara pulau Sumatera dan Jawa.

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto-Indikator Sosial Ekonomi (Konreg PDRB-ISE) se-Sumatera 2019, di Hotel The Zuri Transmart Palembang, Kamis (3/7/2019).

"Saya sering diskusi dengan Gubernur se-Sumatera. Semua saya kenal dari Aceh sampai Lampung. Banyak yang kami bicarakan terutama soal arah kebijakan termasuk upaya-upaya kita agar tidak selamanya ketinggalan dengan pulau Jawa."

"Nah di sini semoga bapak ibu sekalian dapat merumuskan kebijakan yang membantu itu. Sumatera tak boleh timpang terlalu jauh dengan Jawa karena potensi kita banyak," tegasnya disambut tepuk tangan ratusan tamu undangan yang hadir.

Selama Konreg PDRB-ISE tanggal 3-5 Juli, Gubernur berharap suasana Kota Palembang dan Sumsel dapat menginspirasi peserta Konreg untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan atau terobosan baru di bidang perekonomian.

Khususnya dalam menghasilkan data statistik yang akurat.

Sehingga berdasarkan data yang dihasilkan BPS, tersusun perencanaan pembangunan yang semakin terarah, tepat sasaran dengan tingkat keberhasilan yang diharapkan.

Dikatakannya, para pengguna data, baik dari kalangan pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat pada umumnya mengharapkan data statistik yang digunakan untuk menganalisis dapat mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Data PDRB digunakan oleh pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan suatu wilayah serta mengevaluasi kebijakan yang dibuat.

"Saya yakin melalui visi misi Sumatera Selatan Maju untuk Semua yang diimplementasikan dalam lima misi dan program yang berkesinambungan maka tujuan untuk meningkatkan kerjasama antar stakeholder dan saling memberikan kontribusi yang optimal dalam menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru sebagai pengganti dari sumber daya alam yang semakin turun dapat tercapai," tambah Herman Deru.

Dia berharap capaian program-program pembangunan di bidang perekonomian dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan dapat tergambar dari hasil Sensus dan Survei yang dilakukan BPS.

Setelah membuka Konreg dengan pemukulan rampak gendang, Gubernur juga merelaunching Aplikasi Indikator Kini Sumsel.

Sejumlah pejabat pusat dan daerah tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya, Kepala BPS Republik Indonesia, DR. Suharianto, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Sri Soelistiyowati, Deputi Bidang Statistik Produksi M.Habibullah, Sekda Sumsel Nasrun Umar dan lainnya. (rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved