Berita Pagaralam

PLN Ungkap Modus Pencurian Listrik di Pagaralam, Segera Berikan Sanksi Tegas

Sejumlah oknum pelanggan listrik di Kota Pagaralam berbuat curang dengan mengakali Kwh meter agar pembayaran rekening listriknya menjadi murah.

PLN Ungkap Modus Pencurian Listrik di Pagaralam, Segera Berikan Sanksi Tegas
tribunjateng/dok
Ilustrasi perawatan jaringan PLN 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Sejumlah oknum pelanggan listrik di Kota Pagaralam berbuat curang dengan mengakali Kwh meter agar pembayaran rekening listriknya menjadi murah.

PLN Kota Pagaralam mencium kecurangan itu dan langsung memberikan tindakan tegas pemutusan aliran listrik.

Demikian dikatakan Manager PLN Rayon Pagaralam Achmad Meilady, Minggu (26/5/2019).

Menurutnya, hasil temuan dilapangan, PLN mendapati adanya tindakan pelanggan yang menyalahi ketentuan yang telah diberlakukan.

Seperti Kwh meternya dipasangi alat tertentu, padahal Kwh meter itu milik PLN.

Barang Penumpang Kereta Api Lebih dari 20 Kilogram Dikenakan Biaya Tambahan, Ini Rincian Tiap Kelas

Termasuk pula memasang MCB yang tidak sesuai dengan daya.

"Untuk daya 900 voltampere mesti dipasang MCB empat Kwh, sementara temuan dilapangan ada yang dipasangi enam Kwh," ujarnya.

Jika hal itu terus berlanjut maka PLN akan mengalami kerugian.

Pasalnya jumlah daya yang dipakai dan yang harus dibayar tidak sesuai.

"Ini salah satu penyebab PLN sering merugi. Jadi harus kita tindak tegas," tegasnya.

Sampai saat ini pihak PLN mengalami kerugian cukup besar akibat adanya tindakan curang yang dilakukan pelanggan PLN agar pembayaran tagihan listrik pelanggan menjadi kecil dan hal itu tidak sesuai dengan pemakaiannya.

Wisata Tepian Kelingi Bukit Sulap, Destinasi Wisata Eks TPA yang Memesona

"Kita akan mengambil tindakan secara tegas dengan melakukan pemutusan aliran listrik kerumah pelanggaan yang kedapatan melalukan kecurangan tersebut," katanya.

Dengan adanya temuan ini pihak PLN berharap agar kedepan tidak terjadi lagi tindakan kecurangan tersebut.

"Jika masih ada pelanggan yang melakukan kecurangan ini maka akan kita putus dan tidak akan kita pasang lagi dalam waktu tertentu," ungkapnya. (SP/ Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved