Tangguhnya Abdul Manan, Petugas Pemadam Kebakaran yang Hidup dengan Setengah Wajah, Begini Kisahnya

Tangguhnya Abdul Manan, Petugas Pemadam Kebakaran yang Hidup dengan Setengah Wajah, Begini Kisahnya

Tangguhnya Abdul Manan, Petugas Pemadam Kebakaran yang Hidup dengan Setengah Wajah, Begini Kisahnya
ARIEF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Simulasi pemadaman kebakaran 

Saat ini, Abdul Manan telah cuti sakit selama tiga bulan sebelum memulai perannya sebagai seorang petugas pemadam kebakaran.

Mengingat kembali, Fatin mengatakan dia menelepon Abdul Manan pada malam kejadian tetapi malah dijawab oleh seorang wanita yang dipercaya sebagai dokter di Rumah Sakit Sultanah Aminah (HSA).

Akibat kecelakaan itu, kepala Abdul Manan mengalami pendarahan hebat.

"Dokter mengatakan tidak ada pilihan lain yang harus mengangkat tempurung kepalanya untuk mengurangi tekanan ke otak."

"Kami menginginkan apa yang terbaik, asalkan dia pulih, itu sudah melegakan."

"Dan akhirnya operasi dilakukan dan bersyukur itu berjalan dengan lancar," kata Fatin.

Operasi Abdul Manan sendiri memakan waktu kurang lebih enam jam.

Setelah dirawat selama seminggu di Rumah Sakit, Abdul Manan diizinkan pulang dan menerima perawatan lanjutan.

"Setelah empat sampai lima hari keluar dari rumah sakit, saya membawa dia ke tempatnya bekerja, ternyata dia masih mengingat tugasnya."

"Sebelumnya ketika di rumah sakit dia memberitahu bekerja sebagai guru."

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved