Berita Palembang

Tim Penyidik Kejati Belum Mau Beberkan Kasus Terkait Pemeriksaan Aswari Rivai dan Muddai Madang

tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Tim Penyidik Kejati Belum Mau Beberkan Kasus Terkait Pemeriksaan Aswari Rivai dan Muddai Madang
SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Muddai Madang saat keluar dari kantor Kejati Sumsel, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terkait pemeriksaan yang dilakukan terhadap Muddai Madang dan Saifudin Aswari Rivai, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Kasi Pinkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutajulu SH, MH mengatakan pemeriksaan terhadap Aswari dan Muddai merupakan proses hukum biasa yang ditujukan untuk pengumpulan data sebagai bahan keterangan.

"Dalam rangka permintaan keterangan itu kami mengundang pihak-pihak terkait yang diperkirakan mengetahui tentang permasalahan yang ada dan salah satunya adalah bapak Aswari,"ungkapnya, Jumat (5/4/2019).

Namun Hotma menolak menyebutkan materi pemeriksaan
yang dijalani keduanya.

"Mohon bersabar, beri kesempatan tim utk bekerja. Pada saatnya nanti ketika sudah disimpulkan, pasti akan disampaikan,"ujarnya.

Sebelumnya, 

Mantan Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai telah selesai memberikan klarifikasi di Kantor Kejasaan Tinggi Sumsel, Kamis (4/4/2019) malam.

Aswari dan mantan Direktur Utama PT Sriwjjaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang malam ini memenuhi panggilan Kejati Sumsel untuk dimintai keterangan.

Kepala Kejati (Kajati) Sumsel, Ali Mukartono mengatakan, pemeriksaan keduanya terkait dugaan adanya izin lahan yang tumpang tindih di Kabupaten Lahat.

"Dilaporkan adanya unsur aset negara yang hilang dari PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) di Lahat,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved