4 Kabupaten di Sumsel tak Bisa UNBK, Terkendala Jaringan Telekomunikasi dan Internet

Masih ada beberapa sekolah yang terletak di daerah terisolir dan perairan belum sanggup menggunakan sistem komputer ini.

4 Kabupaten di Sumsel tak Bisa UNBK, Terkendala Jaringan Telekomunikasi dan Internet
MELISA/TRIBUNSUMSEL.COM
Puluhan murid SMAN 17 Palembang sedang mengikuti USBN-BK, Senin (18/3). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masih ada beberapa sekolah yang terletak di daerah terisolir dan perairan belum sanggup menggunakan sistem komputer ini.

Maka target Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA belum bisa terealisasi 100 persen.

Hal ini juga dikarenakan terbatasnya fasilitas dan jaringan yang bisa menunjang pelaksanaan UNBK di Sumsel. Tercatat ada sekitar 4 persen lagi SMA yang belum siap UNBK, ada di 4 Kabaputen, yakni Banyuasin, Muratara, OKU Selatan dan Empat Lawang.

"Rata-rata di daerah yang belum dijangkau listrik. Atau fasilitas komputer yang belum mencukupi bahkan untuk menumpang ke sekolah lain pun tidak bisa karena jangkauan yang jauh. Kalau menumpang pun kasihan sama anak-anaknya, mereka butuh biaya tambahan kalau dikalkulasi mereka bisa habiskan Rp600 ribu untuk satu anak," ujar Ketua UN 2019 Disdik Sumsel, Bonny Syafrian, saat menggelar sosialisi di ruang Handayani Disdik Sumsel, Senin (18/3/2019).

Dia juga mengatakan, tahun ini total siswa SMA/MA yang mengikuti UN ada 75.997 untuk negeri dan swasta. Total sekolah ada 820 yang tersebar di 17 kabupaten kota se-Sumsel.

"Untuk yang belum bisa UNBK tetap kami fasilitasi manual seperti biasa, yakni ujian nasional kertas pensil (UNKP). Soal akan dikirim H-4 ujian," katanya.

Dia menambahkan, pelaksanaan UNBK tidak wajib diikuti oleh semua SMA di Sumsel jika terkendala jaringan, namun pihaknya mengimbau agar sekolah bisa memperbaiki fasilitas, jaringan internet dan lain sebagai agar bisa melaksanakan UNBK pada tahun berikutnya.

“Walaupun tidak diwajibkan, tetapi sekolah pelaksanakan UNBK memiliki nilai integritas lebih baik karena peluang kecurangan dalam ujian sangat minim sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kemenag Sumsel, H Kushrin mengatakan dari 230 Madrasah Aliyah (MA) sudah 226 yang melaksanakan UNBK. "Jadi tinggal 4 madrasah lagi yang UNKP dan hanya di Muratara saja," katanya.

Sedangkan untuk MTs dari 450 sudah ada 380 yang UNBK. "Soalnya sama saja dengan yang dikirim dari Disdik Sumsel. Kami usahakan tahun depan madrasah Aliyah dan Tsanawiyah bisa UNBK sepenuhnya," tutupnya. (Elm)

Data peserta SMA UN 2019 di Sumsel

1. Palembang: 16.832 Peserta
2. Lubuklinggau: 3.289 Peserta
3. Pagaralam: 1.671 Peserta
4. Prabumulih: 2.090 Peserta
5. Ogan Kemering Ulu (OKU): 4.093 Peserta
6. Ogan Kemering Ilir (OKI): 5.581 Peserta
7. Muara Enim: 4.809 Peserta
8. Lahat: 4.655 Peserta
9. Musi Rawas: 3.688 Peserta
10. Musi Banyuasin: 5.449 Peserta
11. Banyuasin: 6.511 Peserta
12. Ogan Ilir: 4.059 Peserta
13. OKU Timur: 5.023 Peserta
14. OKU Selatan: 2.693 Peserta
15. Empat Lawang: 2.110 Peserta
16. Pali: 1.832 Peserta
17. Musi Rawas Utara: 1.612 Peserta
(Sumber: Disdik Sumsel)

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved