Video

Video : Driver Ojek Online Jadi Korban Penipuan Yang Mencatut Nama Kantor Ojek Online

Seorang driver ojek online di Palembang jadi korban penipuan melalui telepon yang mencatut nama kepala kantor ojek online.

"Sebelumnya dia nanya, di aplikasi saya ada saldo gak. Ada kata saya kemudian dia minta saya transferkan. Dia juga nanya ada ATM pribadi gak, kalau ada transfer kesitu. Karena percaya saya turutilah," bebernya.

Kemudian korban mendatangi ATM terdekat di satu mini market.

Waldi mengikuti perintah penelpon tersebut seperti apa yang dimintanya.

"Dia minta saya pencet ini, pencet ini. Aku transfer ke mana juga tidak sadar. Memang berapa kali dia minta aku transfer, tapi aku ngikuti perintah dia saja," jelasnya.

Sampai akhirnya pegawai minimarket mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi.

"Dia bertanya ada apa, kemudian saya ceritakan, katanya awas penipupan,dan disitu aku sadar," ungkapnya.

Saat Waldi mengecek saldo gopay ternyata sudah tinggal Rp 1000 dari Rp 280 ribu selanjutnya ia menelpon pihak bank.

"Aku telepon pihak bank, katanya itu masuk ke nomor telpon bukan nomor rekening. Jadi kata petugasnya aku transferkam duit aku ke nomor yang disuruhnya itu," katanya.

Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 1.892.344 dan melapor ke Polresta Palembang.

Sementara, Kasat Reskrim Poresta Palembang Yon Edi Winara melalui Kepala KA SPKT Polresta Palembang, AKP Heri, membenarkan adanya laporan tentang penipuan

"Atas kejadian tersebut pelaku akan dijerat tindak pidana penipuam pasal 378 KUHP"pungkasnya.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Abriansyah Liberto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved