Breaking News:

Bidan Asal Ranau Dibunuh

Kebaikan Bidan Betti yang Dibunuh Keponakan, Ia Tak Pernah Tetapkan Tarif Untuk Pasien yang Berobat

Bidan Betti (45) yang dibunuh dan mayatnya ditemukan di jurang wilayah Pesisir Barat Provinsi Lampung dikenal baik oleh orang-orang yang mengenalnya.

Instagram @polsekpesisirutara
Mayat Bidan Betti yang dibunuh dan ditemukan di Jalan Lintas Barat Lampung-Bengkulu Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, Kamis (28/2/2019) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bidan Betti (45) warga Desa Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan yang dibunuh dan mayatnya ditemukan di jurang wilayah Pesisir Barat Provinsi Lampung dikenal baik oleh orang-orang yang mengenalnya.

Meninggalnya bidan Betti dengan cara dibunuh tragis membuat keluarga dan teman-temannya merasa tidak percaya.

Di kalangan teman-temannnya bidan Betti yang dibunuh keponakannya itu selama ini dikenal sosok yang baik, setiap kali bertemu dengan teman-temannya ia selalu menyapa dengan baik.

"Saya kenal dengan bu bidan (Betti) sejak masih gadis, orangnya baik, setiap ketemu negur, baik orangnya," ungkap Rita teman Betti saat dihubungi Tribunsumsel.com, Jumat (1/3).

Bahkan dulu suami Rita sering berlangganan berobat dengan bidan Betti, setiap berobat bidan Betti tidak pernah mematok harga dan selalu ada di Puskesmas.

"Dulu memang sering berobat kesana, biasanya kalau saya ngawani berobat agak lama, kita sering cerita-cerita, ngobrol, orangnya enak," ungkapnya.

Rita menuturkan, suami bidan Betti sudah meninggal tiga tahun lalu, sejak saat itu banyak kerabatnya yang tinggal silih berganti menemaninya.

"Tapi sejak kapan sakitnya saya tidak tahu, karena memang sudah lama tidak kelihatan, namun selama ini dia sehat sering olahraga joging juga," tambah Rita.

Rencananya jenazah bidan Betty akan dimakamkan di Desa Sipatuhu tempat tinggalnya, namun waktunya kapan belum diketahui karena sekarang jenzahnya masih di Rumah Sakit Liwa Lampung Barat.

"Sejak kemarin makamnya sudah siap, pihak keluarga sudah kumpul, tapi jenazahnya masih di Liwa, katanya mau diotopsi dulu," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved