Berita Muratara

Waspada Setiap Pagi Kerbau Melintas di Jalinsum Muratara, Sering Ganggu Pengguna Jalan

Pantau Tribunsumsel.com, Selasa (26/2/2019), gerombolan kerbau mulai melintas di Jalinsum kawasan ibukota biasanya pada pagi hari sekitar pukul 10.00

Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Gerombolan kerbau ternak milik warga berkeliaran di Jalinsum kawasan ibukota Kabupaten Muratara, Februari 2019 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Masih ada hewan ternak berkaki empat jenis kerbau berkeliaran di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan ibukota Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Pantauan Tribunsumsel.com, Selasa (26/2/2019), gerombolan kerbau mulai melintas di Jalinsum kawasan ibukota biasanya pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Bahkan setiap kerbau melintas untuk menyeberang Jalinsum banyak kendaraan terhenti untuk menunggu semua kerbau sudah tidak ada.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muratara, Ir Suhardiman mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) hewan ternak ini sudah ada tapi saat ini sedang mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup).

Kasus Bidan YL Diperkosa di Ogan Ilir dan Dugaan Salah Tangkap Pelaku, Ini Penjelasan Kapolda Sumsel

Hasil Persija vs Becamex Binh Duong di Piala AFC 2019 : Saling Serang, Kedua Tim Bemain Imbang

"Perda sudah ada, sekarang sedang membuat rancangan Perbupnya dengan kerjasama kepada Satpol PP untuk mengoreksi sebagai sektor pengawasan," kata Suhardiman kepada Tribunsumsel.com.

Meskipun Perbup hewan ternak ini belum selesai pihaknya terus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pemilik hewan ternak tersebut supaya diawasi agar tidak masuk kawasan Jalinsum.

"Kalau masalah penindakan mungkin itu tim yang diamanatkan oleh Perda," ujarnya.

Zu Kepala Desa di OKU Ditangkap Polisi, Beli Mobil Avanza dan Biaya Berobat Pakai Dana Desa

Tim Gurita Polres PRabumulih Ringkus Alvin yang Sembunyi di Palembang, Ini Kasus Kejahatannya

Menurut Suhardiman, untuk menyiapkan fasilitas penampungan sementara ternak yang ditangkap belum ada, untuk itu upaya dilakukan mengadakan pendekatan persuasif kepada warga pemilik ternak.

"Kita berharap upaya pendekatan persuasif bisa dipahami pemilik ternak supaya mengawasi kerbaunya agar tidak berkeliaran ke Jalinsum karena menganggu ketertiban pengguna jalan," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved