Diajak Kenalan Prianya ke Areal Persawahan yang Sepi, Mahasiswi ini Didorong dan Hendak Diperkosa

Diungkapkan, kasus ini bermula dari perkenalan korban dengan pelaku akhir 2018. Dari perkenalan itu, pelaku kerap menghubungi korban.

Diajak Kenalan Prianya ke Areal Persawahan yang Sepi, Mahasiswi ini Didorong dan Hendak Diperkosa
Surya
Ilustrasi Pemerkosaan 

TRIBUNSUMSEL.COM- Petugas Polsek Perak, Jombang mengamankan Muhammad Afifudin (19), pemuda asal Dusun Mojosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Pemuda ini ketahuan mencabuli BM (19), mahasiswi yang juga guru mengaji di sebuah Taman Pendidikan Quran (TPQ), asal Kecamatan Ngoro, Jombang.

Pelaku diamankan dari potensi amuk massa setelah ketahuan berusaha memperkosa korbannya, di areal persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang.

“Pelaku sudah kami amankan. Kasusnya masih kami proses dan kami dalami,” terang Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto, Selasa (29/1/2019).

Diungkapkan, kasus ini bermula dari perkenalan korban dengan pelaku akhir 2018.

Dari perkenalan itu, pelaku kerap menghubungi korban.

“Istilahnya, merayu korban,” bebernya.

Kemudian, pada Minggu (27/1/2018) pagi sekira pukul 09.00 WIB, pelaku menghubungi korban melalui pesan whatsapp (WA) untuk diajak bertemu di suatu lokasi Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro.

Bertemu di Pulorejo, pelaku mengajak korban membeli barang ke Jombang. Korban tak menolak ajakan pelaku.

Selanjutnya, korban mengendarai motor membonceng korban menuju arah Jombang Kota.

Di tengah perjalanan, pelaku memutar balik arah kendaraannya, dengan alasan untuk mengambil dompet yang ketinggalan di rumah.

Pelaku memilih jalanan yang sepi dengan alasan itu jalan pintas.

Namun rupanya itu hanya akal-akalan pelaku saja.

Saat lewat jalan kecil di area persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, pelaku mematikan kendaraan dengan alasan busi motornya bermasalah.

Dirinya segera meminggirkan kendaraan di pinggir area persawahan berpura-pura memperbaiki motor.

Pelaku meminta minum kepada korban sambil mengambil posisi duduk di belakang korban.

Entah pikiran apa yang merasukinya, pelaku selanjutnya mendorong korban hingga terjengkang ke tanah.

Selanjutnya tangannya membungkam mulut korban dengan sepotong kain yang sudah disiapkan.

Sejurus kemudian, tangan pelaku mulai meraba-raba bagian-bagian vital tubuh korban.

Mendapat perlakuan itu, spontan korban memberontak sehingga kain penutup mulutnya terlepas. Korban pun berteriak-teriak minta tolong.

"Teriakan korban didengar sejumlah petani di sawah. Mereka langsung mendatangi sumber suara dan menolong korban dari tindakan pencabulan lebih parah," terang AKP Untung Sugiarto.

Pelaku pun lantas digiring oleh warga menuju balai Desa Sukorejo, dan kemudian menghubungi polisi.

Petugas Polsek Perak yang datang ke lokasi segera mengamankan pelaku dari potensi amuk massa.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang beberapa bukti.

Diantaranya 1 buah helm warna hitam merek galaxy; 1 lembar jilbab kombinasi warna coklat, hitam, merah, putih; 1 buah baju gamis warna biru dongker; sepasang sepatu warna pink merek nike, yang seluruhnya milik korban.

Sedangkan barang bukti yang disita dari pelaku, antara lain, 1 unit motor merek Yamaha Vega ZR warna hitam nopol S 2543 XQ, dan 1 helm warna merah, 1 HP warna hitam.

Lalu, 1 lembar kain kecil motif batik merah kecoklatan, 1 buah kaos lengan panjang motif garis warna hijau dan putih serta 1 celana panjang jins abu-abu.

Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto menjelaskan, atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 289 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun. (Sutono)

http://madura.tribunnews.com/amp/2019/01/29/alasan-busi-motor-mati-pemuda-di-jombang-ini-paksa-cabuli-mahasiswi-yang-juga-guru-ngaji?page=all

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved