Mayat Wanita Dibakar
Tim Forensik Ambil Sampel Tulang Paha untuk Tes DNA Wanita Dibakar di Indralaya
Setidaknya, butuh waktu selama sepekan agar hasil dari tes DNA yang di ambil dari mayat yang terbakar dan diduga keluarga korban bisa diketahui
Penulis: M. Ardiansyah |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Otopsi yang dilakukan tim dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang sekitar satu setengah jam, menemukan bukti baru dari mayat yang terbakar di Indralaya.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Nasution menuturkan, dari hasil otopsi dan visum yang dilakukan ternyata mayat yang dibakar ini positif berjenis kelamin perempuan.
Akan tetapi, pihaknya tidak dapat memastikan secara detil apakah mayat perempuan ini terlebih dahulu dibunuh baru dibakar atau langsung dibakar.
"Kalau dari hasil otopsi, kami menemukan cincin warna putih di jari manis tangan kiri mayat. Dari cincin ini, akan dicocokan dengan foto atau data yang dibawa diduga keluarga korban," ujarnya.
Tak hanya melakukan otopsi dan visum terhadap mayat perempuan yang dibakar tim dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang juga mengambil sampel dari bagian mayat tersebut.
• Meski Lulusan Sarjana Politik, Ashanty Tak Ingin Ikuti Jejang Anang di Kursi DPR, Ini Alasannya
• Wanita Dibakar di Indralaya, Kapolda Sumsel Sebut Pembunuhan Sadis dan Keji
Hal ini diungkapkan Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Nasution ketika ditemui usia melakukan otopsi, Selasa (22/1/2019).
"Untuk tes DNA, kami mengambil sampel tulang paha yang masih ada. Jadi, itu yang nantinya untuk pengecekan tes DNA yang akan dilakukan," ujarnya.
Tes DNA yang dilakukan untuk menyatakan siapa identitas perempuan ini, membagikan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Setidaknya, butuh waktu selama sepekan agar hasil dari tes DNA yang di ambil dari mayat yang terbakar dan diduga keluarga korban bisa diketahui.
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir (OI) AKP Malik Fahrin Qusnul Akif, belum banyak berkomentar terkait dugaan identitas dari jenazah perempuan yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar bersama spring bed di Indralaya, Minggu (22/1/2019).
"Karena jenazah saat ditemukan tidak memiliki kejelasan identitas. Maka dari itu masih diperlukan berbagai penyelidikan untuk bisa mengungkap identitas korban,"ujarnya saat ditemui di depan ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (22/1/2019).
• BREAKING NEWS, Ibu dan Anak Tewas Akibat Tabrakan dengan Mobil Kepala Dinas PPPA OKU Timur
• Airlangga Sucipto Siap Bantu Sriwijaya FC di Piala Indonesia, Ini Nama-nama Mantan Gabung SFC
Sebelumnya, Soparudin (61 tahun) warga Gelumbang Muaraenim bersama dengan rombongan keluarganya mendatangi ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa siang.
Kedatangan mereka untuk memeriksa apakah jenazah yang ditemukan terbakar bersama spring bed di Indralaya Ogan Ilir hari Minggu lalu cocok dengan ciri-ciri anggota keluarga mereka yang menghilang.
Ina Antimurti (20) adalah anggota keluarga yang mereka cari. Diketahui Ina Antimurti adalah anak bungsu dari Soparudin yang telah hilang sejak hari sabtu lalu.
"Kebetulan ada orang yang mengaku bahwa anggota keluarganya ada yang hilang. Untuk memastikan hal itu diperlukan beberapa tahap uji, diantaranya uji otopsi, visum luar dan dalam kemudian di uji DNA.