Tsunami Banten dan Lampung

Update Pukul 13.00 Korban Tsunami Banten dan Lampung : 168 Orang Meninggal dan 30 Orang Hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai pukul 13.00 mencatat, 168 orang meninggal dunia, 745 orang luka-lika, dan 30 orang hilang

Penulis: Wawan Perdana |
Tribunnews.com
Sutopo Purwo Nugroho 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tsunami Banten dan Lampung menimbulkan banyak korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai pukul 13.00 mencatat, 168 orang meninggal dunia, 745 orang luka-lika, dan 30 orang hilang.

Bencana juga mengakibatkan kerusakan 558 rumah, 9 hotel rusak berat, 350 kapal, dan warung.

"Korban serta kerugian terjadi di 3 kabupaten, Padeglang, Lampung Selatan dan Serang," kata Humas BNPB Sutopo saat jumpa pers, Minggu (23/11/20180.

Wilayah Padeglang merupakan yang paling parah. Terdata 126 orang meninggal dunia, 628 luka-luka, dan 4 orang hilang.

Diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah sebab data yang disampaikan masih sementara.

Tim gabungan saat ini masih lakukan proses evakuasi.

5 Pantai Wisata Ini Mengalami Kerusakan Parah Akibat Tsunami Banten dan Lampung

Sedang Berada di Anyer saat Tsunami Terjang Banten, Begini Kabar Cut Syifa dan Keluarga

Menurut Sutopo, sejumlah wilayah masih belum bisa dijangkau. Sebab beberapa ruas jalan putus, ditutup pohon tumbang dan material.

Tsunami di Banten dan Lampung terjadi, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27, WIB.

BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi. Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik.

Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Pendiri Persaudaraan Sharonji Kempo Indonesia (Perkemi) Indra Kartasasmita Berbagi Tips Jadi Juara

Kapolda Banten, Brigjen pol Tomsi Tohir Terjun Langsung Ikut Evakuasi Korban Tsunami

kerusakan bangunan sebagian besar terjadi di sejumlah kawasan pemukiman dan wisata di lima wilayah pantai.

Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Dikutip dari Tribun Lampung, sebanyak 14 korban tewas dalam tsunami Lampung ditemukan di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018.

Warga dan tim gabungan masih melakukan pencarian korban lainnya yang mungkin belum ditemukan.

Jenazah korban akan disemayamkan di Masjid Nurul Hidayah.

Rencananya, jasad korban tewas segera dimandikan untuk dimakamkan.

Desa Way Muli menjadi salah satu desa yang paling parah terkena bencana tsunami Lampung.

Bahkan, tidak sedikit rumah warga yang rata dengan tanah.

Sampai siang ini, proses pencarian korban masih dilakukan.

Karena diperkirakan masih banyak korban yang belum ditemukan.

Dari pantauan Tribun, Minggu, 23 Desember 2018, daerah yang terparah terkena gelombang tinggi PPI Bom, Kalianda Bawah, kawasan Pantai Ketang, Pantai Canti, dan Kunjir di Kecamatan Rajabasa.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved