Berita Viral
Beredar Lagu Wik Wik Wik Versi Koplo Jawa, Bandingkan dengan Lagu Aslinya, Ternyata Ini Maksudnya
Viral Lagu Wik Wik Wik Versi Koplo Jawa, Gak Kalah dengan Lagu Aslinya, lagu wik wik versi jawa
Beredar Lagu Wik Wik Wik Versi Koplo Jawa, Bandingkan dengan Lagu Aslinya, Ternyata Ini Maksudnya
TRIBUNSUMSEL.COM - Beberapa waktu lalu dunia musik Tanah Air dihebohkan dengan sebuah lagu asal Thailand yang dinyanyikan oleh Sittichai Vibhavadee dan Pennapa Naebchid.
Lagu berjudul 'Khrang Chux Xay Nae' yang memiliki arti 'Aku Mencintaimu' ini menyita perhatian pecinta musik Tanah Air.
Lagu berbahasa Thailand ini video klip-nya tersebar di jagat maya.
• Lihat Video Ular di Kalimantan Ini, Banyak yang Berdebat Ular Itu Sedang Bertapa Sampai Selama Ini
Lagu yang dinyanyikan Pennapa Naebchid ini viral di Indonesia.
Meski bahasanya tak banyak diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, lagu Pennapa dan Sittichai ini begitu tergiang di telinga pendengarnya.
• Nikita Mirzani Ditagih Utang oleh Billy Syahputra Rp 50 Juta, Billy Ditagih Utang oleh Uya Rp 2 Juta
Salah satu bagian lagu yang membekas yakni penyebutan kata 'Wik Wik Wik'.
Bagian 'Wik Wik Wik' ini dinyanyikan oleh penyanyi cantik Thailand Pennapa Naebchid.
Tak sedikit orang menyerngitkan dahi saat menyaksikan video klip sekaligus penekanan kata 'Wik Wik Wik'.
Dalam video klip, Pennapa jadi sorotan saat penekanan kata 'Wik Wik Wik'.
Lagu ini bagi sebagian orang terdengar sedikit aneh.
• Ramalan Zodiak, Sabtu 24 November 2018, Leo Bersyukur, Sagitarius Dilematis & Pisces Penuh Cinta
Meskipun demikian banyak yang menyukai lagu ini.
Bahkan, di salah satu video di Youtube, lagu ini telah disaksikan lebih dari 12 juta viewers.
Selain disaksikan, ada juga yang mengemas lagu ini menjadi lagu koplo Jawa.
Akun Instagram kagi.viral membagikan potongan video wik wik wik versi jawa Koplo.
Dalam video tersebut sekelompok pria ini meng-cover lagu 'Wik Wik Wik' asal Thailand dengan versi dangdut koplo berbahasa Jawa.
Meski berbahasa Jawa, tapi ciri khas lagu 'Wik Wik Wik' yang begitu melekat tetap tidak hilang
Lagu Thailand berjudul "Moan" atau terkenal di Indonesia dengan sebutan "lagu kwik kwik" menyita banyak perhatian warganet di Indonesia, karena liriknya yang unik dipadukan dengan irama yang dinamis.
Namun, siapa sangka lagu beserta video klip dari musik yang rilis pada pertengahan Mei 2018 ini justru menuai pro-kontra di negara asalnya.
• Hari Terakhir Identifikasi Korban Lion Air, Keluarga Rian Ariandi asal Lubuklinggau Sudah Pasrah
Bersumber dari artikel Sanook.com yang berisi wawancara kedua penyanyi, Sittichai Vibhavadee dan Pennapa Naebchid di sebuah acara talk show televisi Thailand, mereka mengaku mendapat hujatan di negerinya sendiri.
Menerima tawaran
Awalnya, mereka mengaku diberitahu oleh komposer tentang proyek musik ini. Kemudian dibuatlah lirik untuk musik tersebut.
Mereka pun menerima tawaran ini.
"Kami membacanya dan berpikir itu akan menyenangkan. Irama lagunya bisa membuat menari berdendang. Meskipun terdengar sedikit naif,
namun lagu ini tidak mengarah pada seks melainkan hanya sebuah cerita," ujar Sittichai.
Meskipun di awal merasa ada yang aneh, tetapi Sittichai tidak menyangka akan berakhir kontroversial seperti sekarang ini setelah dirilis pada pertengahan 2018.
"Saya pikir itu akan menjadi ide yang baik untuk terlihat seksi dan lucu," ujarnya.
Pintu tenar
Berkat lagu "Moan" ini, keduanya lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas, khususnya di Thailand. Padahal, mereka sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak lama.
Lagu "Moan" menjadi lagu wajib yang harus dinyanyikan oleh Sittichai dan Pennapa saat di atas panggung. Bahkan, mereka mengaku lagunya lebih terkenal daripada mereka sebagai penyanyinya.
• Temuan Bawaslu RI, Banyak Warga yang Belum Memenuhi Syarat Masuk Daftar Pemilih Tetap
"Harus menjadi lagu pertama di setiap penampilan. Lagu ini punya penggemar tersendiri. Saya harus mengatakan, banyak orang yang tidak mengenal kami tapi mengetahui lagu ini dengan baik," ucap Pennapa.
Tanggapan masyarakat
Saat ditanya tanggapan masyarakat mengenai lagu "Moan", Sittichai mengaku membaca komentar yang datang dari masyarakat di media sosial, baik yang positif maupun negatif, sehingga ia merasa sedikit tidak nyaman.
"Ini adalah cerita yang menghibur. Saya ingin menyenangkan orang banyak dan fokus pada musik. Tapi apa yang kami miliki mungkin sedikit nakal," ucapnya.
Sadar moral
Keduanya menyadari karya yang dibawakan sedikit riskan, karena berbau hal yang dianggap tabu di Asia.
Akan tetapi, mereka harus profesional sebagai seorang penyanyi yang membawakan lagu dengan penghayatan sesuai dengan cerita yang dibawakan.
"(Saat) membawakan lagu ini di hadapan publik sulit dan memalukan bagi kami," tutur Pennapa.
Orangtua dihujat
Penyanyi perempuan lagu Moan Kwik kwik menangis ditengah wawancara televisi ketika ditanya tentang lagu kontroversialnya.
Dari sekian banyak tanggapan negatif yang mereka terima, satu hal yang paling menyakitkan, yakni ketika warganet membawa-bawa orangtua dalam kalimat hujatannya.
"Mereka mengutuk orangtua kami, padahal kami hanya bernyanyi. Sebagai seorang seniman, kami hanya ingin bekerja dengan total.
Membawakan lagu sesuai dengan cerita yang dikisahkan dalam lagu itu," ujar Pennapa.
Dalam video YouTube yang diunggah di akun Mama Orange, di tengah wawancara Pennape terlihat berlinang air mata dan sedih ketika ditanya oleh pembawa acara terkait kontoversi lagu ini.
Meminta maaf
Sittichai dan Pennapa meminta maaf apabila karya mereka dianggap sebagai skandal dalam industri musik Thailand.
Meskipun niat mereka hanya untuk menghibur dan membuat fansnya senang.
"Kami tidak bermaksud menodai musik. Kami sudah lama ada di industri ini, kami sadar lagu ini akan sampai ke masyarakat luas.
Kami hanya fokus untuk menghibur, dan berharap penggemar kami dapat menikmatinya," kata Sittichai.
Di akun YouTube Mama Orange yang menayangkan wawancara lengkap ini, terdapat banyak komentar warganet Thailand dengan segala pujian juga hujatannya.
Sebagian menganggap lagu "Moan" sebagai lagu yang bagus dan tidak bermasalah.
Namun ada pula dari warganet yang menganggap lagu itu berbau seksual dan tidak layak untuk dibawakan.
Atas apa pun pendapat warganet terhadap karya mereka, baik Sittichai maupun Pennapa mengucapkan maaf dan menegaskan mereka tidak bermaksud untuk berbicara ke arah seksual,
melainkan karya yang diharap bisa menghibur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/penyanyi-lagu-moan_20181107_154337.jpg)