Mayat Perempuan Dalam Lemari - Pelaku Ngaku Kesal Soal Uang Tips dan Pacarnya Dicekoki Ekstasi

Mayat Perempuan Dalam Lemari - Pelaku Ngaku Kesal Soal Uang Tips dan Pacarnya Dicekoki Ekstasi

Facebook
Iin Puspita (kanan) dan pelaku pembunuhan (kiri) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mayat Perempuan Dalam Lemari - Pelaku Ngaku Kesal Soal Uang Tips dan Pacarnya Dicekoki Ekstasi

TERSANGKA pelaku pembunuhan Ciktuti Iin Puspita (22) berhasil diringkus polisi di Merangin, Provinsi Jambi.

Tersangka merupakan sepasang kekasih berinisial Yus dan NR. Mereka ditangkap di dalam bus yang datang dari Jakarta menuju Padang, Sumatera Barat.

Rencananya, dua orang tersangka terserbut hendak melarikan diri ke Sumatera Barat.

Namun saat melintas di Merangin, upaya pelarian kandas di tangan petugas. Keduanya ditangkap polisi, Selasa (20/11) petang.

Dua orang yang diamankan dari bus itu merupakan pasangan kekasih.

Perempuan berinisial NR (17), yang juga teman satu kamar korban, Ciktuti Iin Puspita.

Sementara tersangka laki-laki berinisial Yus (24), yang merupakan pacar dari NR.

Pengakuan Yus, dia membunuh korban dilandasi rasa marah dan kesal kepada korban, yang dia sebut telah membohongi pacarnya, NR.

Peristiwa pembunuhan terhadap wanita cantik itu terjadi pada Senin (19/11).

Saat itu, pengakuan tersangka, korban pulang ke kos sembari marah-marah.

Korban lalu bertengkar hebat dengan NR.

Yus berada di sana malam itu, sekitar pukul 21.00.

Berselang satu menit bertengkar dengan NR, Yustian yang emosi langsung memukul korban menggunakan palu.

Palu tersebut sebelumnya sudah berada di meja kamar korban.

Akibatnya, kepala korban mengeluarkan banyak darah, hingga korban tewas.

Pelaku yang sadar melihat korban tewas selanjutnya menyembunyikan jasad korban di dalam lemari.

Usai melakukan perbuatan keji itu, pada pukul 22.30 keduanya keluar dari kos-kosan dengan niat melarikan diri.

Pasangan kekasih itu akhirnya memutuskan melarikan diri dengan menggunakan bus antar provinsi dengan tujuan Padang, Sumatera Barat, agar tak mudah dideteksi polisi.

Yus mengaku pembunuhan itu merupakan buntut dari kekesalannya terhadap korban yang dia bilang telah menyakiti hatinya dan pacarnya.

“Saya kesal dengan dia, dia sudah menipu pacar saya. Saat pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash Rp 1,2 juta, tapi hanya diberikan Rp 500 ribu,” jelas Yus.

Dia juga menceritakan pada malam Minggu lalu, pacarnya dan korban berpesta narkoba jenis ekstasi. Korban, ucapnya, memaksa pacarnya memakai narkoba.

Mulai dari sinilah kemarahan Yus.

Dia emosi melihat perlakuan korban kepada pacarnya yang masih muda itu, 17 tahun.

“Pacar saya dicekokin inex (ekstasi) oleh korban. Saya kesal."

"Ditambah korban marah-marah sesampai di kos-kosan, yang dijanjikan tak sesuai. Timbul niat saya untuk membunuh korban,” akunya.

Terpisah Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya menyebut pihaknya hanya melakukan tugas membantu menangkap tersangka pelaku pembunuhan.

Kasus pembunuhan ini terjadi di Jakarta Selatan.

“Kita hanya membantu melakukan penangkapan, kebetulan pelaku melintasi wilayah hukum kita."

"Besok pelaku sudah dibawa ke Polda Metro Jaya setelah dijemput anggota Polda Metro Jaya,” tutup Kapolres.

Ciktuti ditemukan tewas di sebuah rumah kos kawasan Tegal Parang Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Selasa (20/11), atau sehari setelah pembunuhan.

Dia selama ini dan NR sebelum kasus ini, bekerja di sebuah tempat hiburan malam, sebagai pemandu lagu.

Selain cekcok soal uang tips, Y juga kesal pacarnya dicekoki ekstasi oleh korban Iin Puspita.

Pada Sabtu pekan lalu, kata Y, Iin Puspita mencekoki kekasihnya NR dengan ekstasi hingga kekasihnya mabuk berat.

Dia memendam kesal beberapa hari setelahnya dan pada Senin malam itu dia menghabisi nyawa Iin Puspita.

"Demi menghilangkan jejak, saya dan pacar saya memasukkannya ke dalam lemari."

"Setelah itu, saya dan pacar saya kabur Selasa malam," kata Y saat diperiksa di kantor Polres Merangin.

Indra mengatakan, penyidik masih akan mendalami kasus itu lebih lanjut.

Setelah tertangkap tiba di Jakarta, akan langsung diperiksa untuk menggali lebih jauh motif sebenarnya serta kronologi pembunuhan. (tribun network)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved