Apakah Boleh dan Aman Tabung Gas 3 Kg Pakai Karet Gelang? Ini Penjelasan Pertamina
Apakah Boleh dan Aman Tabung Gas 3 Kg Pakai Karet Gelang? Banyak warga melakukan hal itu, bagaimana penjelasan Pertamina?
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tabung gas yang dibeli warga terkadang tidak dapat langsung digunakan untuk menyalakan api kompor.
Karena masalah karet seal sudah keras, kaku, dan longgar, atau regulator tidak dapat menjepit erat leher tabung gas.
Berkali-kali dicoba tak berhasil. Ketika dipasang terdengar suara mendesis dan aroma gas menusuk hidung.
Untuk mengatasi itu, warga bereskperimen sendiri.
"Saya diajari warga juga, agar gas tidak bocor di regulatornya, gunakan saja karet gelang."
"Saat saya coba memang tidak bocor lagi," kata Yuli, warga Sekip Palembang.
Baca: Jelang Konser BLACKPINK, 3 Lirik Lagu Hits BLACKPINK yang Bisa Kamu Nyanyikan Saat Konser
Baca: Polres Lubuklinggau Launching Tim Rajawali, Kapolres Instruksikan Tembak di Tempat Begal dan Jambret
Selain dengan mengganti karet seal, ada juga yang bereksperimen dengan menambah beban di regulator dengan cara menimpakan batu dan benda lainnya.
Seperti dilakukan Martini, warga Jalan Yayasan 2 Palembang.
Ia sering mengatasi masalah tabung gas dengan menggunakan batu gilingan.
"Saya bisa empat kali dalam sebulan ganti gas, kadang langsung hidup, kadang tidak. Kalau langsung hidup, tak ada masalah."
"Tapi kalau tidak (hidup) saya timpa pakai gilingan cabai, atau saya ikat kencang dengan tali, biar tidak bersuara dan bau, dan langsung hidup," ujarnya, Minggu (18/11/2018).
Ia juga mengungkapkan, satu hal yang sudah menjadi kebiasaannya yaitu mengambil karet pada gas yang sudah habis ia pakai dan menukarkan gas kepada penjual.
Baca: Tuai Prestasi, Dodi Reza Alex Dapat Piagam Penghargaan dan Lencana Alumni Kehormatan IPDN
Baca: Ramalan Zodiak Senin 19 November 2018, Cancer Sedang Alami Pergolakan Batin, Ada Apa?
"Jadi sebelum saya tukarkan kembali gasnya, saya ambil karetnya dengan cara mengcongkel,"
"Tidak semua gas sih, seperti yang saya pakai terakhir kali bagus langsung nyala, nah biasanya saya simpan baru tukar," ungkapnya.
Manager Region Communication & CSR PT Pertamina Sumbagsel, Refki Rahkman Yusuf mengatakan, penggunaan karet gelang pada valve tabung gas itu tindakan tidak benar.
Karena ada standar keamanan menggunakan rubber seal.
"Kalau karet yang ada sudah keras karena getas harus diganti, dan bisa minta ganti di agen atau pangkalan," katanya.
Karet yang berada di valve tabung gas itu, kata Refki, memang bisa dipakai secara berulang- ulang, dan penggadaanya dilakukan pihak vendor.
"Bukan hanya sekali saja, tapi bisa dipakai berkali- kali. Tapi kalau karetnya sudah keras harus segera diganti," katanya.