Pasar Tradisional, Ini 7 Pasar Tradisional di Palembang

7 Pasar Tradisional di Palembang, 7 Pasar Tradisional di Palembang, 7 Pasar Tradisional di Palembang

Tayang:
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
BANGUNAN TUA - Suasana bangunan tua yang terletak di Jalan Sekanak, Palembang, Rabu (14/3/2018). Kawasan Sekanak ini akan dijadikan objek pariwisata Kota Tua di Palembang. 

Satu hal yang menarik disini adalah bangunan tua, ya banyak sekali bangunan tua masih kokoh berdiri di seputaran pasar sekanak.

4. Pasar Padang Selasa

Sejumlah pedagang pasar padang selasa kompak tak berjualan pada Rabu, (9/11/2016).Para pedagang mengaku kesal dan kecewa karena harga sewa pasar naik.
Sejumlah pedagang pasar padang selasa kompak tak berjualan pada Rabu, (9/11/2016).. (TRIBUNSUMSEL.COM/SRI HIDAYATUN)

Pasar Padang Selasa merupakan pasar yang tidak terlalu besar, berlokasi terletak di ujung jalan Padang selasa dan jalan Purti rambut selako.

Tetapi walau tidak terlalu besar banyak masyarakat sekitar yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan sehari-harinya di pasar ini, dan walau kecil pasar ini cukup bersih.

Dipasar Padang Selasa ini sama dengan pasar-pasar tradisional yang lainnya, banyak menjual kebutuhan pokok masyarakat seperti sayur, ikan, pisang, dan lainnya.

5. Pasar Lemabang

Pedagang sayur yang menjual cabai dan bawang di pasar lemabang Palembang, Selasa (16/12/2014).
Pedagang sayur yang menjual cabai dan bawang di pasar lemabang Palembang, Selasa (16/12/2014). (TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH)

Pasar Lemabang terletak di Jalan Yos Sudarso Palembang, berada dekat dengan Sungai Lais yang merupakan anak dari Sungai Musi.

Berdiri tidak jauh dari Kantor Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Dulu pasar ini terletak di depan terminal kecil bagi angkutan kota Lemabang dan bis kota Pusri, namun sekarang dipindahkan ke dalam lorong di seberangnya.

Saat ini ada sekitar 500 pedagang yang berdagang di Pasar Lemabang.

pasar yang satu ini cukup luas dan memiliki lahan parkir yang memadai karena berada pada persimpangan jalan.

PD Pasar Palembang Jaya berencana untuk membangun pasar ini menjadi tiga lantai, sehingga tempat pedagang daging, ikan, dan sayuran degan pedagang sembako dan pakaian menjadi terpisah.

Pengunjung pasar Lemabang biasanya merupakan warga daerah Pusri, Veteran, dan Lemabang itu sendiri.

6. Pasar 26 Ilir

Tampak seorang pria menjinjing kardus berisi makanan pempek untuk dibawa keluar Palembang sebagai oleh-oleh.
Tampak seorang pria menjinjing kardus berisi makanan pempek untuk dibawa keluar Palembang sebagai oleh-oleh. (SRIPOKU.COM/SITI OLISA)

Selain berdagang barang-barang sembako, sandang dan pangan, pasar ini juga menjual makanan khas Palembang, pempek.

Dilokasi ini banyak toko pempek yang menawarkan pempek enak dan murah.

Untuk harga, disini murah banget loh, seperti pempek kecil mulai dari Rp. 800, hingga Rp. 1.200, Model dan Tekwan kisaran Rp. 5.000, Kapal Selam kisaran Rp. 8.000, Lenjer Besak dan Lenggang kisaran Rp. 10.000, Es kacang Merah kisaran Rp. 7.000, dan masih banyak lagi yang murah meria.

Jadi, kalian bisa beli pempek sebanyak – banyaknya tanpa takut uang tidak cukup atau kurang, tempatnya bersih, aman dan yang pasti kalian harus sabar nunggu antrian. Bisa dibayangkan bagaimana ramai nya tempat ini.

7. Pasar Pocong

Pasar di Palembang ini memiliki nama yang unik. Namanya, Pasar Pocong. Pasar ini berlokasi di Jalan Telaga Swidak, 14 ULU, Kecamatan Seberang ULU I, Palembang.

Lokasinya pun cukup menyeramkan, yaitu di tengah-tengah kuburan. Terletak di tengah-tengah kompleks pemakanam justru tak menjadi penghalang bagi pasar ini untuk menjadi terkenal di kalangan masyarakat Kota Palembang.

Kenapa disebut dengan Pasar Pocong?

Ternyata, asal mula penyebutan nama Pasar Pocong ini bukanlah berasal dari sosok pria bernama Zul sebagai perintisnya, melainkan dari masyarakat sendiri yang melihat lokasi pasar berada di tengah-tengah kuburan dan spontan menyebutkan dengan Pasar Pocong.

Dulunya pasar ini dikenal sebagai Pasar Pagi Naga Swidak.

“Sebenarnya awal mulai dikenalnya pasar pocong ini tidak tahu juga, dulunya bernama Pasar Pagi Naga Swidak.

Karena mungkin pasar ini di tengah-tengah kuburan jadi seiring berjalannya waktu orang menyebutnya dengan sebutan pasar pocong, “ ujar Zul, sosok yang menjadi perintis berdirinya Pasar Pocong.

Pasar pocong
Pasar pocong (SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA)
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved