Pasar Tradisional, Ini 7 Pasar Tradisional di Palembang
7 Pasar Tradisional di Palembang, 7 Pasar Tradisional di Palembang, 7 Pasar Tradisional di Palembang
Pasar itu dibangun pada tahun 1958 dengan melirik disain pasar oleh arsitek terkenal, Thomas Karsten.
Walaupun usianya sebetulnya baru 58 tahun, pasar itu sudah menjadi ikon yang memberikan identitas bagi masyarakat dan kota Palembang.
Komoditi dagang di Pasar Cinde pun beraneka, mulai dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari sayur, bebuahan, daging, jajanan sampai ke suku cadang mobil dan batu akik.
Pacar Cinde juga menjadi tempat bagi warga Palembang mencari barang-barang bekas pakai namun masih memiliki kualitas yang baik.
Biasanya sangat ramai dikunjungi setiap Minggu pagi.
Namun kini bangunan asli pasar Cinde sudah duhancurkan.
Pemerintah kota Palembang memutuskan menjadikan pasar Cinde menjadi lebih modern.
3. Pasar Sekanak
Di pasar ini kental akan nilai sejarah.
Banyak bangunan tempo dulu masih berdiri di pasar ini.
Terlihat arsitektur zaman kolonial penjajahan belanda dan jepang.
Tidak sulit mencari lokasi Pasar Sekanak yang berada di kawasan 7 Ilir Palembang.
Di tempat ini puluhan pedagang menjual beragam jenis pisang, mulai dari jenis pisang putri, susu, kepok, lilin, hingga pisang ambon.
Baik dijual secara eceran maupun partai besar.
Kalau ingat pasar sekanak pasti akan ingat dengan pisang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/suasana-bangunan-tua-yang-terletak-di-jalan-sekanak-palembang_20180319_040921.jpg)