Spirit Bisnis
Bahan-bahan dan Cara Membuat Sendiri Pakan untuk Budidaya Ikan Patin, Biaya Murah dan Mudah
Memanfaatkan mesin pembuat pakan ikan tentu membuat para pembudidaya ikan air tawar di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu sangat terbantu
Bahan-bahan dan Cara Membuat Sendiri Pakan Ikan Patin, Biaya Murah dan Mudah
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA—Pembudidaya ikan air tawar di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), kini tidak lagi kesulitan dalam membiayai pakan ikan.
Karena, mereka telah terbantu dengan mesin pembuat pakan ikan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Willy Sandi, selaku ketua kelompok pembuat pakan ikan “Burai Mandiri” mengatakan, bantuan mesin pembuat pakan ikan dari pemerintah pusat sudah dimanfaatkan oleh pembudidaya sejak 2017 lalu sampai sekarang.
Proses pembuatannya pun tergolong tidak begitu sulit, karena cukup dengan bantuan berupa mesin “Kubota”.
Jadi para pembudidaya ikan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pakan ternak yang nilainya tergolong cukup tinggi.
Baca: Hijab Instan 2018 Terbaru Capuchon dengan Ilusi Berkerah, Cocok Digunakan Sepanjang Hari
Baca: Tak Hanya Malas Make Up, Sarwendah Akui Ada yang Berbeda di Kehamilan yang ke-2 Ini
“Cukup dengan bantuan mesin merk Kubota, mereka (pembudidaya) sudah bisa membuat sendiri pakan ternak ikan,” kata Willy kelompok pembuat pakan ternak ikan, Kamis (8/11/2018) saat dibincangi.
Ia menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan pakan ikan ini berupa 41 kilogram tepung ikan atau ikan yang sudah digiling,
jagung yang sudah dijadikan tepung secukupnya, dedak padi sebanyak 38 kilogram, tepung tapioka 10 kilogram, suplemen vitamin mix, molase, masing-masing 1 – 2 kilogram.
Lalu, seluruh bahan yang dimaksud dilakukan penggilingan secara manual selanjutnya dimasukkan kedalam mesin pakan ikan bantuan dari pemerintah pusat tadi.
Dari bahan-bahan tersebut mampu menghasilkan sebanyak 100 kilogram pakan ikan berukuran panjang lebih kurang 1 – 1.5 centimeter, diameter satu meli.
Baca: Intip Harga Dress Luna Maya, Saat Jalani Pemotretan di New York
Baca: Biografi 6 Pahlawan Nasional yang Baru Dianugerahi Presiden, Abdur Baswedan, Depati Amir dan Syamun
Terakhir, pakan ikan yang dibuat menggunakan teknologi mesin, dihamburkan kedalam keramba berisi ratusan bibit ikan patin.
Willy menyakini, selama memanfaatkan mesin pembuat pakan ikan tentu membuat para pembudidaya ikan air tawar di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu menjadi sangat terbantu.
Khususnya dari sisi finansial biaya pengeluaran untuk makanan ikan.
“Kalau membeli satu bungkus pakan ikan itu harganya Rp 10 ribu. Nah… kalau menggunakan mesin, biaya yang dikeluarkan tergolong sangat sedikit."
"Jadi kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, bibit-bibit ikan dibeli dari peternak seharga Rp 200 perekor bibit, tiap enam bulan sekali sudah bisa dipanen, harga jual perkilogram ikan senilai Rp 15 – 17 ribu.
Baca: Bukan untuk Cari Kesalahan, Ombudsman Bantu Perbaikan Kinerja Layanan Publik
Baca: Perbandingan Model Rambut Pendek dan Panjang Marion Jola, Cantik Mana Ya?
“Dari sisi pemasarannya pun tidak begitu sulit, mereka para pengepul langsung datang kesini untuk membeli ikan,” tutur Willy.
Sementara diketahui, Kabupaten OI sebagian besar didominasi kawasan rawa lebak yang wilayahnya kaya akan sumber daya alam berupa sektor perikanan.
Selain itu juga, sektor kerajinan songket, dan pandai besi. Kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah, dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar untuk menunjukkan kebutuhan ekonomi mereka.(SP/ Beri Supriyadi)