Breaking News:

Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh

Duka Wong Kito Korban Lion Air PK-LQP - Chandra Kirana Asal PALI, Barang Ini Jadi Petunjuk

Duka Wong Kito Korban Lion Air PK-LQP - Chandra Kirana Asal PALI, Barang Ini Jadi Petunjuk

Kolase/facebook Alizny Investasi
Cici Ariska bersama suami Chandra 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Duka Wong Kito Korban Lion Air PK-LQP - Chandra Kirana Asal PALI, Barang Ini Jadi Petunjuk

Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri mengidentifikasi tiga jenazah korban pesawat Lion Air JT 610.

Tiap jenazah teridentifikasi melalui kecocokan dari postmortem dan antemortem, di antaranya Chandra Kirana (29) warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel.

"Dari hasil rekonsiliasi di mana adanya data terbaru CCTV dari Angkasa Pura yang diberikan pada kami memang betul penumpang atas nama yang disampaikan tadi naik pesawat Lion."

"Terlihat memakai sepatu persis seperti sepatu yang ada di postmortem," ucap Kepala RS Polri Kombes Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (2/11).

Dia kemudian menunjukkan foto dari keluarga yang memperlihatkan Chandra mengenakan sepatu ketika di Bali.

Musyafak lalu menunjukkan foto dari CCTV yang menampilkan sepatu Reebook yang sama yang dipakai Chandra saat di bandara.

Pria asal Pali Sumsel itu menjadi korban bersama istrinya Cici Ariska (23). Sementara jenazah istrinya belum terindentifikasi.

Iwan, kakak Chandra, dikonfirmasi lewat ponsel, mengaku sudah mendapat informasi dari dua adik iparnya yang berada di posko korban di Jakarta.

"Jenazah itu benar Chandra Kirana, adik saya," ujar Iwan.

Keluarga sudah sepakat jenazah Chandra akan dimakamkan di PALI.

"Besok jenazahnya akan dibawa ke PALI untuk dimakamkan. Dua adik ipar saya akan mengawal jenazah sampai ke dusun."

"Almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Kelurahan Bhayangkara," ujar Iwan.

Setelah mendapatkan informasi dan kebenaran jenazah Chandar, lanjutnya, keluarga besar mereka di PALI sudah berembuk, dan siap menyambut jenazak.

Namun dia belum tahu jam berapa jenazah akan diterbangkan dari Jakarta ke Palembang hingga sampai ke dusun.

Sementara itu, jenazah kedua atas nama Monni teridentifikasi dari tato.

Musyafak mengatakan timnya menelusuri lokasi Monni membuat tato itu, lalu mendapatkan maket yang sama dengan tato di body part yang didapatkan.

"Kami dapatkan data antemortem diberikan keluarga dan kami telusuri."

"Saya tanyakan waktu itu tato di mana dan ini adalah maket atau gambar yang dilakukan oleh orang (yang membuat tato)," ucap Musyafak.

Namun Musyafak tidak menyebutkan di bagian tubuh mana. Monni teridentifikasi berusia 41 tahun.

Jenazah ketiga atas nama Hizkia Jorry Saroinsong teridentifikasi dari sidik jari.

Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto menjelaskan tentang proses identifikasi.

"Kami mendapatkan body part berupa lengan sebelah kanan, posisinya yang bisa teridentifikasi adalah 3 jari ini, jadi lengan kanan dengan jari yang jempol kanan, telunjuk kanan, tengah dan manis putus atau rusak, dan yang kelingking kurang jelas sidik jarinya," ucap Hudi.

Jari Jorry itu kemudian dicek dan memunculkan identitas dari e-KTP. Jorry diketahui berusia 21 tahun dan beralamat di wilayah Kramat, Senen, DKI Jakarta

Hingga saat ini baru empat jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh pihak DVI, setelah sebelumnya ditemukan potongan tubuh Jannatul Cyntia Dewi alias Yayas, warga Sidoarjo.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri sudah memeriksa dari postmortem sebanyak 272 bagian tubuh korban.

"Itu dari 56 kantong jenazah ya yang sudah masuk" ujar Kepala Bidang DVI, Lisda Cancer di RS Polri, Kramat Jati, Ki Jakarta Timur, Jumat.

Adapun 272 bagian tersebut sudah masuk ke laboratorium untuk diperiksa dan kemudian diidentifikasi.

"Sampelnya sudah masuk ke laboratorium, hasilnya masih menunggu" lanjutnya.

Adapun dari 65 kantong jenazah yang sudah berada di RS Polri hari ini, sembilan kantong jenazah belum ada perkembangan terkait hasil post mortem.

"Yang sembilan ini belum ada perkembangan baru. Mungkin dari black box yang disiarkan itu dari postmortemnya tidak ada perkembangan kemudian," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved