Inilah Wujud Senjata yang Buat Militan ISIS Keder Saat di Irak dan Suriah, Indonesia Punya 37-Unit
Islamic State of Iraq and The Levant atau biasa dikenal dengan ISISmerupakan kelompok
TRIBUNSUMSEL.COM -- Islamic State of Iraq and The Levant atau biasa dikenal dengan ISISmerupakan kelompok gerakan pengacau keamanan yang lahir tahun 1999 di Irak.
Tujuan dari ISIS sendiri adalah menciptakan sebuah negara dengan sistem yang mereka anut dengan menggunakan kekerasan sebagai jalannya.
Suriah dan Irak sudah dirongrong keamanan negerinya karena masuknya simpatisan dan militan ISIS ke dalam negara mereka.
Sialnya bagi ISIS, di Suriah mereka harus menghadapi rezim Assad dan sekutunya Rusia yang tak kalah kejamnya.
Untuk Irak militan ISIS lebih runyam lagi masalahnya.
Mereka harus berhadapan dengan tentara koalisi Sekutu yang mempunyai persenjataan lengkap.
Dikutip dari Rudaw, Minggu (23/9) pada awal bulan ini pasukan Prancis yang tergabung dengan koalisi Sekutu di Mosul, Irak membombardir habis-habisan konsentrasi ISIS di sana.
Seorang Jurnalis France24, Wassim Nasr melaporkan bahwa militer Prancis memang memerangi ISIS di dua Front, yakni Irak dan Suriah.
Untuk menggempur militan ISIS, militer Prancis mengandalkan pada dua buah alutsista yaitu MRAP lapis baja Nexter Aravis dan artileri swa-gerak Nexter Caesar.
Terkhusus untuk Nexter Caesar, artileri dengan meriam ukuran 155mm buatan GIAT Industries ini amat ditakuti oleh militan ISIS.
Bagaimana tidak membuat keder militan ISIS, meriam Caesar dapat menyasar tepat sasaran dari jarak 40 kilometer jauhnya dan dapat menghancurkan area seluas 3 Ha.
Bisa dikatakan sebelum militan ISIS tahu dimana posisi artileri itu berada, munisi Caesar sudah menerjang mereka duluan.
Hal inilah yang membuat militan ISIS alergi jika sudah mengetahui lawannya memiliki Nexter Caesar.

Angkatan darat Prancis yang sadar jika militan ISIS amat takut dengan Caesar tak menyia-nyiakannya.
Mereka lantas selalu melibatkan artileri ini di setiap operasi tempurnya memberangus ISIS.