Tidak Main-main, Gegara Roy Suryo, Citra Partai Demokrat Timbulkan Persepsi Negatif

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat mengatakan, persoalan yang sedang dihadapi Roy Suryo, menimbulkan persepsi negatif publik

Tidak Main-main, Gegara Roy Suryo, Citra Partai Demokrat Timbulkan Persepsi Negatif
Roy Suryo 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, persoalan yang sedang dihadapi salah satu kader, Roy Suryo, berpotensi menimbulkan persepsi negatif publik terhadap Partai Demokrat.

Baca: Tak Disangka Ternyata Begini Kondisi Rumah Habib Usman bin Yahya Suami Karika Putri

Roy dituding tidak mengembalikan 3.226 unit barang milik negara (BMN) selepas menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca: Tragedi G30S PKI, saat Jenderal Diculik dan Dibunuh, Soekarno Ternyata Bergadang dengan Dewi

Pihak Kemenpora menagih Roy supaya segera mengembalikan BMN itu.

"Kami menyadari, viralnya persoalan Saudara Roy ini, sudah tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tapi bisa juga menimbulkan kerugian ke partai," ujar Amir melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Kamis (6/9/2018).

Baca: Cari Jodoh Buat Putra Sulungnya, Ridwan Kamil Tantang Netizen Tulis Pantun Rayuan Ter-Epik

Apalagi, saat ini kader Partai Demokrat sedang berjuang di penjuru Indonesia dalam rangka pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Artinya kalau menimbulkan kerugian ke partai, secara tidak langsung, itu juga merugikan seluruh kader Demokrat yang saat ini sedang tampil berjuang maksimal di seluruh Indonesia ya," ujar dia.

Saat ini, internal sedang menjalani komunikasi dengan Roy terkait persoalan yang dihadapi.

Amir enggan menjelaskan secara rinci mekanisme semacam apa yang saat ini dikenakan internal Demokrat terhadap Roy.

Baca: 7 Jenderal Korban Keganasan G30S PKI, Ternyata inilah Titik Penyiksaan di Tubuh Para Jendral

Namun, ia berjanji proses komunikasi itu akan menuai keputusan akhir dan akan diungkap pula ke masyarakat.

"Kami mempunyai mekanisme yang saya rasa tidak perlu disampaikan. Yang jelas, ini sesuai dengan AD/ART, kode etik internal yang memegang teguh azas praduga tidak bersalah. Yang penting hasil akhirnya nanti. Satu hal yang patut diingat, masalah ini adalah persoalan yang wajib diseriusi," ujar Amir.

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved