Caleg 2019

Jelang Pileg 2019, Sampul Buku Tulis Bergambar 45 Anggota DPRD Dibagikan ke Sekolah

Kok, ada foto anggota dewannya, apalagi katanya sejumlah anggota dewan yang ada di foto mau maju lagi.

zoom-inlihat foto Jelang Pileg 2019, Sampul Buku Tulis Bergambar 45 Anggota DPRD Dibagikan ke Sekolah
Sripo/ Fajeri
Salah satu buku yang menampilkan gambar 45 anggota DPRD Muba yang dibagikan kepada siswa SD dan SMP.

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Tahun 2018 dan 2019 menjadi tahun politik bagi calon legislatif yang akan bertarung memperbutkan 45 kursi di DPRD Muba.

Calon baru ataupun petahana mulai bersosialisasi dengan berbagai cara.

Namun, sosialiasi bermuatan politik turut masuk dalam dunia pendidikan dimana sejumlah buku sekolah yang dibagikan terdapat sejumlah foto 45 anggota DPRD Muba yang sebagian besar akan maju kembali.

Hal ini dikeluhkan secara langsung oleh Bakal Caleg (Baleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muba, Musheni.

Baca: BKSDA Sumsel Tembak Bius Induk dan Anak Beruang Madu Sering Masuk Kebun Warga di OKU

Ia secara pribadi sangat menyayangkan karena hal tersebut akan menimbulkan kecemburuan bagi para Bacaleg yang akan ikut bertarung pada Pileg 2019.

Apalagi, tahun ini sudah memasuki tahun politik tentu jangan sampai memanfaatkan anggaran negara untuk kepentingan pribadi.

"Ya, kami nilai ini sangat tidak baik mereka yang telah duduk saat ini akan maju lagi pada Pileg 2019. Hal ini seolah-olah mereka pakai uang negara untuk sosialisasi secara gratis," ujar Musheni yang menjabat Seketaris DPD PKS Muba, Kamis (3/8/18).

Baca: PT Jababeka Tbk Terlibat Pengembangan KEK Tanjung Api Api Jadi Kota Baru di Sumsel

Lanjutnya, sudah ada aturan yang melarang bagi bacaleg memakai uang atau fasilitas Negara dalam kepentingan pribadi apalagi untuk sosialisasi. Lalu, kenapa bacaleg petahana yang memanfaatkan momen program pemerintah.

"Secara pribadi saya sangat mendukung program buku tulis itu. Tapi kenapa harus cover wajah wakil rakyat, sebab banyak yang bisa dijadikan cover seperti SDA Muba yakni Migas, Sawit dan Karet. Atau program pemerintah serta foto lambang Muba maupun kepala daerah," ungkapnya.

Salah satu orang tua siswa, Ali mengungkapkan bahwa buku yang diterima oleh anaknya sangat disayangkan ada muatan politis di dalamnya.

“Kok, ada foto anggota dewannya, apalagi katanya sejumlah anggota dewan yang ada di foto mau maju lagi. Ada baiknya digantikan dengan visi dan misi Bupati atau kekayaan alam Muba,”ungkapnya.

Sementara, Kepala Dikbud Muba Drs Syafarudin melalui Kabid Pembinaan SMP, Fauzi Asran, menerangkan bahwa pembuatan buku tulis dengan cover 45 anggota DPRD sendiri tidak ada sama sekali muatan politis. Hal itu, hanya untuk pembelajaran bagi siswa-siswi untuk mengetahui wajah pimpinan maupun komisi-komisi di DPRD selain kepala daerah yang dikenalkan.

“Buku tersebut hanya untuk pembelajaran saja. Tidak ada sama sekali titipan atau permintaan dari siapa pun. Saya siap duduk bersama untuk berkomunikasi menjelaskan masalah cover buku itu," kata Fauzi. (SP/Fajeri)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved