Pertamanya Teriak, Malah Ada yang Nangis, Lihat Ekspresi Anak-anak ini Setelah Diimunisasi

wajah-wajah ketakutan akan jarum suntik kecil itu membuat mereka jadi tegang. Terlihat juga sesama mereka berpegangan tangan.

Pertamanya Teriak, Malah Ada yang Nangis, Lihat Ekspresi Anak-anak ini Setelah Diimunisasi
sriwijayapost
Siswa SD Yayasan Patra Mandiri (YPM) 1 Plaju Komperta tertawa ceria setelah melewati proses imunisasi difteri, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  --- Imunisasi difteri di sekolah-sekolah terus dilanjutkan dinas kesehatan melalui Puskesmas setempat. Kamis (22/2) giliran siswa SD Yayasan Patra Mandiri (YPM) 1 Plaju, diimunisasi. Beragam ekspresi wajah terlihat saat disuntik maupun menunggu giliran.

Pantauan Tribun, wajah-wajah ketakutan akan jarum suntik kecil itu membuat mereka jadi tegang. Terlihat juga sesama mereka berpegangan tangan terutama para siswi.

Proses penyuntikan tidak dipanggil satu persatu. Melainkan empat paramedis dari RS Pertaminaen datangi kelas perkelas. "Kalau kelas satu kita sudah kemarin disuntik," ujar Nurdin, Kepala SD YPM 1. Awalnya petugas memperkenalkan, kemudian ditanya dan diperiksa suhu tubuh mereka.

Siswa SD Yayasan Patra Mandiri (YPM) 1 Plaju Komperta mendapat imunisasi difteri, Kamis (22/2/2018).
Siswa SD Yayasan Patra Mandiri (YPM) 1 Plaju Komperta mendapat imunisasi difteri, Kamis (22/2/2018). (sriwijayapost)

Jika normal, siswa dipersilakan menuju ke depan kelas atau paramedis mendekati siswa. Ada juga guru kelas telah memisahkan yang akan disuntik dengan yang tidak suntik. "Ayo ....anak-anak yang tidak bisa suntik pindah di sebelah kanan. Yang suntik di sini," pinta guru kelas ketika petugas masuk. Dari sinilah ekspresi wajah para wajah tergambar jelas. 

Ada yang menangis sebelum petugas masuk kelas, ada yang tiba-tiba batuk agar tidak disuntik, sebab kata petugas kalau badan yang flu tidak suntik. Saat disuntik pun, ada siswa yang berteriak keras menghilangkan ketegangan.

Namun ketegangan mendadak hilang seusai mereka disuntik. Senyum pun langsung mengembang di wajah mereka padahal sebelum disuntik wajahnya aneh aneh.  Mereka terlihat bangga setelah bisa melewati proses disuntik sambil memperlihatkan lengan kiri mereka.

Sebagian siswa mengaku tidak merasa kesakitan saat jarum dimasukkan ke lengan kirinya.

"Oiiii.....idak sakit rupanya. Seperti digigit semut," teriak Marwan sambil berjalan keliling temannya. "Waktu mau disuntik takut sekali, ternyata ndak terasa sama sekali," kata Zaki siswa kelas V B. "Ayo jangan nangis ya....kalo nangis malu sama kelas 1, mereka dak ada yang nangis," Kepsek Nurdin memberi semangat kepada siswa kelas 3. "Buk aku peluk ibu ya kalo disuntik," ujar siswa kepada ibu guru Frida yang menemani.(sts/lis)

Penulis: Lisma
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved