Gagal Diet? Empat Makanan Ini Patut Disalahkan
Menurunkan berat badan memang membutuhkan usaha yang seringkali membuat frustasi. Kita mungkin sudah ‘menyingkirkan’ makanan-makanan
Pada penelitian tersebut, responden yang menggunakan MSG paling banyak dalam masakan mereka, hampir lebih dari tiga kali lipat berisiko mengalami kelebihan berat badan, daripada mereka yang tidak memakainya.
Bahkan yang menakutkan, peningkatan risiko obesitas tidak tergantung pada aktivitas fisik dan total kalori yang dikonsumsi.
Kondisi terkait MSG lainnya meliputi fibromyalgia, hati berlemak dan toksisitas hati, gula darah tinggi, asma, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan otak neurologis, gangguan pencernaan, dan sindrom metabolik.
MSG biasanya disamarkan dengan nama yang berbeda.
Namun, kata kunci yang dapat menunjukkan keberadaannya adalah glutamat, apa pun yang dihidrolisis, esktrak ragi, gelatin, protein kedelai, kedelai atau protein whey, kecap, apapun "protein", dan kalsium atau sodium caseinate.
Untuk mengganti MSG, kita bisa mencari makanan yang minimal dan dibumbui dengan bumbu sederhana.
Bahkan lebih baik lagi, menambahkan cabai merah untuk meningkatkan metabolisme ekstra.
Pemanis buatan
Banyak orang menggunakan pengganti gula dengan pemanis nol kalori sebagai alat penurunan berat badan.
Namun pemanis ini sebenarnya memiliki efek sebaliknya.
Dalam penelitian, tikus yang diberi makan pemanis buatan sakarin, sucralose atau aspartam mengembangkan intoleransi glukosa, kondisi metabolik yang terkait dengan obesitas dan diabetes tipe 2.
Dalam penelitian lanjutan terhadap tujuh sukarelawan manusia, empat menjadi tidak toleran glukosa setelah mengonsumsi dosis sakarin maksimum yang direkomendasikan hanya dalam satu minggu.
Mengonsumsi terlalu banyak gula biasa juga tidak baik.
Jadi kita bisa mendapatkan rasa manis dengan buah utuh, kayu manis, selai kacang, atau ubi jalar.
Produk rendah lemak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/makanan_20180212_154734.jpg)