Calon Pengantin di PALI Sediakan Ruang Khusus untuk Pesta Sabu

Keduanya dijerat pasal 112 dan 114 UU No. 35 tahun 2009 ancanan maksimal 4 tahun penjara

Calon Pengantin di PALI Sediakan Ruang Khusus untuk Pesta Sabu
TRIBUNSUMSEL.COM
Calon pengantin, Adi Susanto (23), dan pasanganya, Nadiya (18), warga Talang Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Rabu (22/11/2017), ditangkap polisi. 

PALI, TRIBUNSUMSEL.COM - Calon pengantin,  Adi Susanto (23), dan pasanganya, Nadiya (18), warga Talang  Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Rabu (22/11), ditangkap polisi. 

Dalam penggrebekan itu, polisi mendapatkan barang bukti, satu bungkus kecil plastik bening klip berisi kristal-kristal putih di duga narkoba jenis sabu-sabu seharga Rp.100 ribu dan uang Rp 1.050.000 serta dua unit handphone (Hp), berikut seperangkat alat hisab sabu.

Belakangan di ketahui, selain pengguna narkoba, pasangan calon pengantin itu juga bandar. Bahkan keduanya menyediakan tempat khusus untuk pesta sabu di rumah tersebut.

Setelah mendekam di sel tahanan Mapolsek Talang Ubi, Nadiya mengakui sabu-sabu tersebut didapat dari seseorang bandar berinisial K (DPO). Dalam satu minggu dirinya dipasok oleh K paket sabu seharga Rp 2 juta, kemudian paket tersebut dibagi beberapa paket dan dijual dengan harga bervariasi.

"Baru sebulan aku jual, selain jual untuk pakai juga," kata Nadiya.

Nadiya juga mengakui jika Adi adalah pasanganya, namun belum menikah. Keduanya baru berencana bakal menikah dalam waktu dekat.

Hal senada dikatakan Adi. Duda anak satu itu mengaku memang ada hubungan khusus dengan Nadiya dan rencananya mau menikah. Dia berkenalan dengan Nadiya berawal dari kebiasaan yang sama sebagai pengguna narkoba.

"Kenal, karena sering pakai sabu bersama," kata Adi.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman melalui Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti.

"Keduanya dijerat pasal 112 dan 114 UU No. 35 tahun 2009 ancanan maksimal 4 tahun penjara," jelas Ipda Nusron.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved