Mereka Terus Berjuang
Masya Allah, Jadi Sopir Taksi Online, Mantan Pesepakbola ini Gratiskan yang Hafal Surah Al-Qiyamah
Berhijrah baginya tidak mesti sukses dalam hal materi, tetapi menjadikan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa kepada-Nya.
TRIBUNSUMSEL.COM- Melihat putri pertamanya melaksanakan shalat maghrib sendiri, lalu kemudian dilanjutkan dengan membaca surat yasin dan berdoa untuknya membuat M Sobran merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Dan hal ini pula yang melatarbelakangi pemain bola asli Sumsel ini untuk memutuskan berhijrah, meninggalkan ketenaran yang pernah didapatnya dan memulai kehidupan baru dengan lebih tenang.
Berhijrah baginya tidak mesti sukses dalam hal materi, tetapi menjadikan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa kepada-Nya.
Sosok M Sobran sendiri cukup dikenal sebagai salah satu putra daerah yang cukup berbakat.
Sejak junior, Sobran sudah digadang-gadang sebagai talenta pesepakbola yang menjanjikan.
Meski memiliki orang tua yang cukup berada dan merupakan pengurus olahraga, namun alumunus SMAN 10 Palembang ini selalu memilih untuk mandiri.
“Sebelum PON 2004, saya berpamitan dengan orang tua dan merantau untuk bergabung dengan PSPS Pekanbaru. Saya tidak meminta uang dan hanya memohon restu, saya benar-benar sendiri saat itu. Setelah tiba disana, saya pun mengajak Supardi (eks SFC dan sekarang bermain untuk Persib Bandung) untuk menyusul. Kami pun tidur sekamar berdua dan memulai perjuangan sebagai pesepakbola,” ujar Sobran

Dari kamar kecil nan sederhana, keduanya pun merajut impian untuk menjadi pemain top nasional.
“Kami hanya mendapat 1 ranjang, akhirnya kami mengakalinya dengan menurunkannya agar bisa lebih luas. Tetapi semua itu awal dari perjuangan yang akan selalu kami kenang,” ungkapnya.
Karier sepakbolanya pun terus menanjak dan di tahun 2010 sempat membawa Persiba Balikpapan masuk ke 3 besar kompetisi ISL.
Dua tahun kemudian Sobran akhirnya pulang kampung dan bergabung dengan SFC yang menjadi kampiun kompetisi tertinggi di tanah air tersebut.
Namun sebenarnya perjalanan hidupnya barulah dimulai.
Cedera Parah dan Frustasi, Banting Setir Menjadi Ojek
Setahun kemudian, Sobran yang tetap dipertahankan manajemen SFC akhirnya tetap menggeluti dunia bola kulit bundar ini.
Namun malang tidak dapat ditolak, menjelang akhir musim dirinya terkena cedera parah dan memaksanya harus beristirahat cukup lama.