Anjing Ini Setiap Hari Melemparkan Makan ke Dalam Sumur,Warga Terkejut Saat Melihat Isi Didalamnya!

Ini adalah kisah pada masa pemerintahan dinasti di Tiongkok. Liu Yuzhou, pejabat dari Shangzhou, ditugaskan ke Jiangxia untuk mengawasi dan menangani

epochtimes

Liu Yuzhou meras ada sesuatu yang disembunyikan dari pemandangan yang barusan dia saksikannya. Jika tidak, kenapa anjing itu langsung menerkam dan menggigit pemuda itu seperti menyimpan dendam padanya.

Liu Yuzhou kemudian membawa turun nenek yang duduk di atas tandu miliknya, dan pemuda itu tercengang seketika saat melihat si nenek, lalu berlutut sambil menangis.

Tepat pada saat itu tampak seorang wanita berjalan keluar dari dalam rumah. Ia pun tercengang melihat pemandangan di depan matanya, kemudian saat melihat si nenek, ia pun terkejut seketika sambil berteriak lalu jatuh pingsan.

Melihat semua pemandangan dan suasana itu, Liu Yuzhou pun sudah bisa menduga suatu rahasia akan segera terbongkar.

“Ayo ceritakan, siapa nenek ini dan apa hubungannya denganmu?” Tanya Liu.

Pemuda itu berpikir bahwa tidak bisa lagi menutupi hal yang sebenarnya, lalu ia pun menjelaskan peristiwa yang sebenarnya.

Ternyata pemuda itu adalah anaknya si nenek, dan wanita itu adalah istrinya, sejak menikah istrinya tidak suka dengan mertuanya yang bisu dan sering sakit-sakitan itu, lalu membuang mertuanya ke dalam sumur kering di hutan.

Tapi mereka sama sekali tak menyangka si nenek diselamatkan oleh anjing pincang peliharaannya.

 Jika bukan karena anjing itu, besar kemungkinan si nenek sudah tewas. Kini si nenek telah selamat dan pulang ke rumah bersama anjing setianya.

Liu Yuzhou mendengarkan dengan seksama cerita si pemuda, kemudian menatap langit sambil mendesah, tak disangka anak yang demikian jahatnya melakukan hal yang terkutuk, perbuatannya tidak bisa diampuni.

Lalu Liu Yuzhou menahan suami-istri jahat itu, dan akan menghadapi sidang.

Dan hakim daerah yang mendengar peristiwa itui pun sangat terkejut. Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu di bawah yurisdiksinya.

Lalu ia bergegas berlutut mohon ampun di hadapan pejabat Liu Yuzhou. Jangan sampai hal itu didengar pejabat istana, jika tidak, maka ia akan kehilangan jabatan.

Liu Yuzhou tampak marah mendengar permohonannya, “Kau memang bukan pejabat yang baik, sampai-sampai tidak tahu menahu masalah penduduk di wilayahmu.”

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved