Mereka Terus Berjuang
Subhanallah, Sempat Jadi Tukang Becak, Tapi Tak Pernah Lupa Salat, Kehidupannya Berubah Seperti ini
idak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita terus berjuang, berusaha dan berdoa.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: M. Syah Beni
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Andri Hamdillah
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita terus berjuang, berusaha dan berdoa.
Kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kisah perjuangan hidup dari Sarkani (59).
Warga Jalan Perintis 1 Perumnas Sako Palembang tersebut dulunya hanyalah seorang penarik becak.

Dia harus tertatih - tatih bertarung melawan tuntutan kehidupan.
Dengan kesabarannya ia tidak pernah mengeluh dan tetap selalu bersyukur atas nikmat ya Allah SWT berikan kepadanya.
"Nikmat kesehatan itu saja sudah sangat berharga sekali bagi kita semua", singkatnya.
Istrinya sendiri Rasnawati (59) hanya seorang penjual sayur - sayuran bayam dan kangkung di pasar Perumnas Sako.
Sebelumnya tidak pernah terlintas di benak Sarkani untuk bisa merubah roda hidup dari bawah sampai naik ke atas.
"Dulu fokus tetap kerja, masalah untuk membeli rumah sendiri dan keperluan yang lainnya sepertinya sulit terwujud", katanya.

Ia tidak mau menyerah dan terus tetap bekerja sampai akhirnya sang istri mengajaknya untuk bekerja dalam satu profesi saja sebagai pedagang sayur - sayuran.
Atas permintaan sang istri, Sarkani kemudian ikut membantu berjualan sayuran.
"Istri memang ada jiwa untuk berdagang, coba - coba ikut ajakan istri dan alhamdulilah ternyata ekonomi keluarga sedikit menjadi lebih baik", tuturnya.
Ekonomi mereka pada saat itu sangat terpuruk, hasil dari penjualannya harus rela dibagi - bagi untuk keperluan makan dan sewa rumah.

"Untuk makan saja dulu susah, apalagi mau keperluan lainnya", jelasnya.