Ngaku Sama-sama Kana Tipu, Ustaz Mulyadi Digiring Calon Jamaah Umrahnya ke Polresta Palembang

Dengan menggunakan baju kaos berwarna merah,terlihat wajah pucat dan lesu terpancar dari ustaz yang tinggal di jalan Tanjung Harapan Nusa Indah 1

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ Sri Hidayatun

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Diduga telah melakukan penipuan, pemilik travel umroh Nada Imani Tour and Travels, Ustaz Mulyadi alias Fikri (36) diamankan pihak Satreskrim Polresta Palembang, Selasa malam (15/8/2017).

Ustaz yang juga sering mengisi acara berbagai stasiun televisi di Palembang ini pun hanya bisa tertunduk malu ketika berada di ruang piket Harda Satreskrim Polresta Palembang,Rabu (16/8/2017)

Dengan menggunakan baju kaos berwarna merah,terlihat wajah pucat dan lesu terpancar dari ustaz yang tinggal di jalan Tanjung Harapan Nusa Indah 1 Kenten Palembang.

Saat dilakukan pemeriksaan, ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai korban dari provider travel umroh di Jakarta atas nama Mustofa dari PT Ihsan Kahap.

"Saya juga korban pak," kilahnya.

Ia menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya ini berawal dari dua laporan jemaahnya yang melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan terhadap dirinya.

Ia mengatakan pada bulan Mei tepatnya tanggal 25 lalu, ada sebanyak 10 jemaah umroh miliknya yang akan berangkat.

Setelah mendapatkan visa untuk berangkat, maka ia pun membawa 10 jemaahnya untuk terbang ke Jakarta menuju Madinah untuk umroh.

Namun setelah hampir seminggu menanti di Jakarta tak ada kabar untuk keberangkatan karena ada masalah di tiket yang tidak didapatkan oleh para jemaah ini.

"Pas sampai di Jakarta tiket untuk penerbangan ke Jeddah bermasalah. Jadi saya urus dan saya tanggung semua biaya hotel dan lainnya," ujarnya.

Namun beberapa hari di Jakarta tak ada kepastian pihaknya pun memutuskan untuk pulang ke Palembang.

"Nah dari 10 orang ini kita jelaskan dan akan kita berangkatkan awal tahun depan. Namun tak semuanya setuju, dari 10 hanya 8 orang yang setuju dan dua orang ini yang tidak mau dan melaporkan saya," jelasnya.

Akan tetapi ia mengatakan kalau masalah ini pun sedang dalam proses diselesaikan secara kekeluargaan.

"Satu sudah sepakat damai secara kekeluargaan dan akan cabut perkara dan satunya juga dalam proses," kata dia.

Ia pun mengatakan dalam hal ini selain mengalami pencemaran nama baik juga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

"Saya juga korban pak karena saya pun merasa di tipu oleh provider itu. Selain malu karena nama baik juga uang saya pun puluhan juta ikut habis karena membiayai para jemaah selama terlantar," ungkap dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved