Eksklusif Tribun Sumsel
Saking Sadisnya Pelaku Begal di OKUT, CCTV Dipantau Anak di Palembang
Itu saja masih ada yang merampas. Alternatif lain, warga memilih konvoi (jalan berbarengan) dua atau tiga motor.
TRIBUNSUMSEL.COM-Meski sudah disebar polisi, masih ada aksi kejahatan dialami warga. Oleh sebab itu, sebagian warga lebih memilih menggunakan sepeda motor butut.
Itu saja masih ada yang merampas. Alternatif lain, warga memilih konvoi (jalan berbarengan) dua atau tiga motor.
Apabila pengawasan ketat diberlakukan disepanjang jalan, giliran gerandong beraksi di pemukiman.
Setengah bulan lalu kata Yatun, sepeda motor warga yang tinggal di jalan masuk desa digondol maling.
Sedangkan tiga hari lalu, begal yang geraknya dipersempit malah menyasar pemukiman.
Sore sekitar pukul 16.00, seorang bocah SMP harus merelakan motor Supra 125 kesayangannya diambil paksa oleh begal.
Kejadian berlangsung cepat di simpang empat jalan desa, di tengah pemukiman.
Waktu itu memang tidak ada warga di persimpangan jalan desa. Bocah itu hanya terdiam saat begal merampas motor.
Hanya ada beberapa orang yang jaraknya cukup jauh berteriak minta tolong.
“Keluarga saya juga punya pengalaman, Anak saya pergi ke sawah ngambil sapi. Motor di samping rumah hampir diambil orang, waktu ketahuan orang itu langsung lari,” ungkap Yatun,
Yatun kini bisa tidur lebih tenang setelah anaknya yang kerja di Palembang, memasang kamera pemantau (cctv) di rumah. Meski tidak bisa mengoperasikan teknologi itu, anaknya di Palembang tetap bisa memantau melalui layar ponsel.