Dua Hari Lalu Lintas Lumpuh Total, Macet Hingga 7 KM, Ini yang Dilakukan Oleh Pengendara
Satu diantara sopir ketika dibincangi di lokasi macet total mengatakan, dirinya terjebak macet sejak Selasa malam hingga sore Rabu.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih yang merupakan jalan negara penghubung Prabumulih-Muaraenim, selama dua hari lumpuh total.
Jalan lumpuh akibat adanya penyempitan jalan karena ada perbaikan di sisi kiri jalan menuju Muaraenim yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III.
Pantauan Tribunsumsel.com, kemacetan di jalan lingkar timur Prabumulih terjadi sepanjang sekitar 7 kilometer.
Tidak hanya satu jalur namun dua jalur jalan baik menuju Prabumulih maupun menuju Muaraenim macet.
Ratusan truk angkutan barang seperti truk batubara, truk kayu, truk alat berat, truk karet, truk sayur dan truk lainnya tampak berjejer di sisi kiri dan sisi kanan jalan.
Sementara para sopir tampak tidur-tiduran di jalan maupun di dalam mobil dan di rumah-rumah warga.
Kemacetan yang terjadi dimulai dari persimpangan tugu nanas Kecamatan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat hingga hampir mencapai persimpangan Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan.
Kemacetan itu sendiri terjadi sejak, Senin (29/5/2017) malam dan hingga berita ini diturunkan belum terurai.
Kondisi tersebut selain mengganggu aktivitas masyarakat yang akan pergi ke kebun dan melumpuhkan perekonomian warga, juga membuat para sopir dan pengusaha transportasi menjadi merugi.
"Sudah dua hari macet ini, aktivitas kami terganggu karena tidak bisa ke kebun dan warga lain tidak bisa berusaha mencari nafkah lainnya. Pemerintah harus cepat memberikan solusi jangan sampai macet terus seperti ini, kami tidak bisa mencari nafkah," ungkap Supriyanto (36), satu diantara warga Jalan Lingkar tugu nanas Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih ketika dibincangi.
Menurut Yanto, kemacetan tersebut terjadi akibat adanya proyek perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah, perbaikan dengan mengeruk satu sisi jalan yang rusak untuk diperbaiki.
"Katanya dikeruk akan diperbaiki tapi malah ditinggal pekerja dan hingga saat ini tidak diperbaiki, makanya truk-truk hanya bisa satu jalur dan karena sopir berebut atau tidak mau mengalah ketika melintas menyebabkan jalur terkunci dan macet total. Pengerukan untuk perbaikan baru sepanjang 1 kilometer dilakukan dari dua minggu lalu," bebernya.
Sementara Puat, satu diantara sopir ketika dibincangi di lokasi macet total mengatakan, dirinya terjebak macet sejak Selasa malam hingga sore Rabu.
"Saya sudah sejak selasa malam terjebak macet dan tidak bisa melintas, kalau kami tanya-tanya katanya ada jalan rusak sementara yang melintas berebut sehingga jadi macet panjang sampai sekarang," ungkapnya seraya mengaku dirinya mengakut batubara.