Umat Muhammadiyah Sumsel Mulai Puasa 27 Mei Mendatang
Rapat pleno pimpinan pusat Muhammadiyah, telah menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriah, pada Sabtu (27/5) mendatang.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rapat pleno pimpinan pusat Muhammadiyah, telah menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriah, pada Sabtu (27/5) mendatang.
Keputusan itu setelah melakukan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh majelis tarjuh dan tajdid.
"Artinya Jumat (26/5) sudah solat tarawih pertama, ada yang memprediksi penetapan 1 ramadan juga sama dengan pemerintah meskipun menjalani ruqyat hilal," jelas Ketua Pmpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, Prof Dr H Romli, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (8/5).
Ia menambahkan, karena hilal sudah nampak pada ijtimak jelang Ramadan 26 Mei pukul 02.46 WIB, dipastikan bulan syaban juga hanya 29 hari. Begitu juga bulan ramadan yang hanya berlangsung selama 29 hari karena 1 syawal jatuh pada 25 Juni 2017.
"Bulan ini Syaban 29 hari walaupun ada juga 30 hari, nabi juga sudah mengindikasikan puasalah kalian ketika melihat bulan dan akhirilah puasa dengan melihat bulan juga. Ini yang menjadi pegangan umat Islam seluruh dunia terutama organisasi Muhammadiyah," ujarnya.
Untuk perhitungan hisab tahun ini, Muhammadiyah sudah menghitung sendiri posisi bulan muncul di atau berada diatas ufuk. Tinggi bulan saat matahari terbenam pada tanggal 26 Mei tersebut yakni tujuh derajat 48 detik bujur sangkar dan lintang 110 derajat 22 detik 59 menit.
"Diatas ufuk 08 derajat 22 menit 59 detik, itu artinya sudah di atas 2 derajat sehingga bulan sudah terlihat," terangnya.
Menurutnya, penetapan 1 ramadan tahun ini diprediksi akan sama seperti organisasi lain karena perbedaan derajatnya tidak jauh signifikan. Namun apabila nantinya ada yang lebih awal atau memundurkan satu hari puasa, itu tidak masalah.
"Setiap organisasi keagamaan Islam punya pedoman masing-masing dalam menetapkan penanggalan. Ada yang melihat munculnya hilal hanya cuma nol koma derajat, bahkan ada juga yang berpedoman pada pasang surut air laut. Tidak masalah dan jangan diperdebatkan," terangnya.
Pihaknya juga sudah mengeluarkan maklumat untuk dipedomani setiap warga Muhammadiyah terkait penetapan ramadan dan syawal tahun ini. Romli mengimbau kepada keluarga besar untuk menghidupkan ramadan dengan kegiatan keagamaan di sentra Muhammdiyah.
"Di Palembang sendiri, ada 8 cabang 48 ranting dan hampir 60 persen ranting punya masjid, selama ramadan diharapkan menjaga ketertiban keamanan sehingga menciptakan lingkungan kondusif," pungkasnya.
Sementara, Kasubbag Humas Kemenag Sumsel, Saefuddin Latif mengakui untuk menentukan satu ramadan pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Agama Pusat.