Penculikan Siswi SMK

Keluarga Merasa Tak Memiliki Musuh

Saling saut antar anggota keluarga di ruang tamu terjadi, ketika Nanda menceritakan penculikan yang dialaminya.

TRIBUNSUMSEL/ARDIANSYAH
BERKUMPUL - Keluarga Nanda yang berkumpul di ruang tamu ketika Tribun mendatangi rumah Nanda di Komplek Sukarami Indah Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat (17/3/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Kondisi Rasya Ananda (16) yang sempat menjadi korban penculikan dilakukan lima orang pelaku menggunakan mobil Luxio warga Silver di depan sekolahnya di SMK Negeri 7 Palembang, masih mengalami trauma dan takut keluar sendirian dari rumah.

Tribunsumsel mencoba untuk mencari tahu lebih dalam mengenai penculikan yang dialami Nanda (panggilan akrabnya, red) seusai mengikuti kegiatan di sekolah.

Selama ini pihak keluarga merasa tidak ada musuh termasuk juga Nanda. Namun, mereka masih menebak-nebak siapa yang ingin melakukan penculikan terhadap anak kedua dari dua bersaudara ini usai pulang dari mengikuti kegiatan sekolah.

Saling saut antar anggota keluarga di ruang tamu terjadi, ketika Nanda menceritakan penculikan yang dialaminya.

Ada yang mengatakan bila pelaku ini orang-orang tidak baik, termasuk dua perempuan yang ikut melakukan penculikan.

"Kami mendapat telepon dari Nanda sekitar pukul 17.00 kurang. Dia meminta jemput di kawasan IP karena berhasil lolos setelah lima orang menculiknya di depan sekolah," ujar Alex yang didampingi Teguh (48) yang merupakan bapak Nanda, Jumat (17/3/2017) malam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved