Penderitaan Guru Honorer di OKUT, Gaji Sudah Kecil dan Malah DItunda Pembayarannya
Sejak kewenangan SMA-SMK beralih ke pemerintah Provinsi, para guru dan staff kelimpungan. Gaji bulan Januari 2017 dibayar pada bulan Februari.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Sejak kewenangan pendidikan tingkat SMA dan SMK dipindahkan kepada pemerintah Provinsi dari pemerintah Kabupaten pada akhir tahun 2016 lalu, sejumlah tenaga pendidik terus mengalami kesulitan. Gaji para tenaga pendidik tersebut belum dibayarkan oleh pemerintah provinsi.
Menurut salah satu PNS yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan, sejak perpindahan kewenangan tersebut para guru merasa sangat menderita dan kesulitan. Gaji yang semestinya dibayar setiap awal bulan ternyata dibayarkan bulan berikutnya.
“Sejak kewenangan SMA-SMK beralih ke pemerintah Provinsi, para guru dan staff kelimpungan. Gaji bulan Januari 2017 dibayar pada bulan Februari, sedangkan untuk gaji bulan Februari entak kapan akan dibayarkan,” katanya.
Dinas pendidikan provinsi kata dia, menunda pembayaran gaji pegawai namun mereka tidak pernah mengetahui bahwa kebutuhan sehari-hari tidak bisa menunggu dan harus dibayarkan langsung.
Semestinya lanjutnya, pemerintah provinsi memikirkan nasib guru yang setiap hari bekerja keras mencerdaskan bangsa ini.
“Guru di mata pemerintah saat ini sudah tidak ada harganya di mata pemerintah. Semuanya diperlakukan seperti tidak berguna dan seenaknya saja. Jika memang guru diistimewakan, tentunya pemerintah provinsi akan mengutamakan pembayaran gaji tenaga pendidik,” katanya.
Sementara Hani salah satu guru honorer yang mengajar dipelosok OKU Timur mengatakan, gaji yang diterimanya selama ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena untuk menutupi biaya perjalanan setiap hari pulang pergi menempuh perjalanan dua jam saja tidak cukup.
“Apalagi saat ini gaji tidak ada. Semua yang kami lakukan seakan tidak ada artinya. Bukannya kami sebagai tenaga pendidik tidak ikhlas, namun uang sangat kami butuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya mengeluh.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Martapura H Sutam membenarkan gaji guru PNS terutama di sekolahnya belum dibayar.
Gaji Januari kata dia, dibayarkan pada Februari sedangkan Februari belum diketahui kapan akan dibayarkan bisa jadi besok lusa atau entah kapan. (Evan Hendra)