Berita Kriminal Sumsel

Begal ini Sempat Suruh Istri Melayat ke Rumah Rekannya yang Tewas Diamuk Massa

Warga Puncak Kabau Kabupaten OKU Timur ini merupakan pelaku pembegalan di Jalan Lintas Ogan Ilir dengan menggunakan senjata api.

Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM/ M ARDIANSYAH
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Hans Rahmatulloh ketika menunjukan tersangka dan barang bukti tersangka pembegalan di Mapolda Sumsel, Senin (16/1/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Paidi Ardiansyah (29) hanya bisa menahan sakit setelah kaki kirinya dihantam peluru anggota Jatanras Polda Sumsel karena mencoba melawan ketika akan dilakukan penangkapan.

Warga Puncak Kabau Kabupaten OKU Timur ini merupakan pelaku pembegalan di Jalan Lintas Ogan Ilir dengan menggunakan senjata api.

Mereka mengeksekusi korbannya yang mengendarai sepeda motor sendirian saat melintas di jalan tersebut.

"Aku bagian bawa motor, sedangkan Edi yang tukang eksekusi. Tetapi, ketika motor sudah dapat dan dibawa kabur tiba-tiba motor itu mogok. Kami dikejar orang dan aku lari ke dalam hutan, sedangkan Edi ditangkap dan meninggal dipukuli massa," ujarnya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Senin (16/1/2017).

Setidaknya, sudah tiga kali Paidi bersama Edi melakukan aksinya di jalan OI.

Modus yang digunakan selalu sama dan menggunakan senjata api rakitan.

Korbannya diancam menggunakan senjata api dan diambil motornya.

Selama dua jam, menunggu calon korbannya melintas.

Melihat ada korban, mereka langsung mengikuti korbannya hingga ke tempat sepi.

Saat ditempat sepi, langsung mereka eksekusi.

"Tahu kalau Edi tewas di pukuli massa, aku sempat sembunyi di Pemulutan. Setelah itu pulang ke Komering dan bersembunyi di sana tanpa bekerja. Karena tahu Edi meninggal, aku minta istri datangi rumah Edi dan berikan uang sebagai duka cita," ungkapnya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Hans Rahmatulloh menuturkan, tersangka yang ditangkap ini merupkan target operasi karena telah meresahkan warga Ogan Ilir lantaran sering melakukan pembegalan menggunakan senjata api rakitan.

"Kami terpaksa melumpuhkan tersangka, karena mencoba melawan ketika akan ditangkap. Tersangka ini pelaku begal menggunakan senjata api, sedangkan satu pelaku lagi sudah tewas diamuk massa," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved