Warga Inggris Ini Rayakan Natal dan Tahun Baru 6 dan 13 Januari Bukan 25 Desember dan 1 Januari

Warga di Pulau Foula, salah satu wilyah Kepulauan Shetland, Skotlandia baru merayakan tahun baru pada 13 Januari mendatang.

Editor: Hartati
Getty/Mirror
Warga di Pulau Foula, salah satu wilyah Kepulauan Shetland, Skotlandia baru merayakan tahun baru pada 13 Januari mendatang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Jika sebagian besar warga dunia merayakan tahun baru pada 1 Januari, tetapi warga sebuah pulau terpencil di Inggris memiliki tradisi berbeda.

Warga di Pulau Foula, salah satu wilyah Kepulauan Shetland, Skotlandia baru merayakan tahun baru pada 13 Januari mendatang.

Sebanyak 30-an warga pulau kecil yang masih memegang adat kuno itu juga merayakan Natal di tanggal yang berbeda yaitu pada 6 Januari.

Hal ini disebabkan warga Pulau Foula masih menggunakan kalender Julian, bukan kalender Masehi yang banyak digunakan warga lain di dunia.

Penduduk pulau ini juga sehari-hari tak berbicara dalam bahasa Inggris.

Mereka menggunakan bahasa Norn, bentuk kuno bahasa Norwegia yang mati pada sekitar tahun 1800-an.

Meski demikian, warga pulau kecil ini tak merasa diri atau tradisi mereka unik. Seperti dikatakan seorang penduduk Stuart Taylor (44).

"Kami sudah merayakan Natal dan tahun baru seperti sekarang ini sebelum kehadiran kalender Gregorian," ujar Taylor.

"Ini bukan hanya tradisi kami tetapi tradisi dunia. Orang lain yang berubah, kami tidak," tambah dia.

"Kami tidak unik, di bagian dunia yang lain seperti Rusia masih menggunakan kalender lama," lanjut Taylor.

Di pulau kecil yang berukuran panjang hampir enam kilometer dan lebar empat kilometer itu juga dihuni 10 anak-anak.

Foula berjarak sekitar 24 kilometer dari pulau utama Shetland dan 160 kilometer sebelah utara daratan Skotlandia.

Warga pulau ini baru menikmati air bersih pada 1982 dan pada 1984 listrik masuk ke sana meski dengan tenaga disel.

Kini mulai dibangun sistem energi terbarukan, sebagian besar menggunakan tenaga surya dengan cadangan generator disel.

"Kini secara umum listrik menyala 24 jam dan jarang sekali mati," ujar Taylor.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved