Pedagang Masih Betah Berjualan Meski Akhir Oktober Batas Pindah
Lapak juga belum tersedia dan hanya terlihat pedagang besi serta parkiran kendaraan yang memenuhi dua jalan tersebut.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Batas waktu akhir Oktober yang ditentukan pemerintah untuk merelokasi pedagang Pasar Cinde, nyatanya belum sama sekali dilaksanakan.
Aktivitas pedagang di pasar bangunan dua lantai tersebut masih normal seperti biasanya.
Pantauan Tribunsumsel.com, Senin (31/10/2016) siang, lokasi tempat relokasi yang berada di jalan Letnan Jaimas dan Cinde Welan belum ada pedagang yang menjajakan jualannya.
Lapak juga belum tersedia dan hanya terlihat pedagang besi serta parkiran kendaraan yang memenuhi dua jalan tersebut.
Sedangkan di dalam pasar, pedagang juga masih berjualan dan tidak terlihat para pedagang sedang mengemas barang-barang untuk pindah.

Candi Welan lokasi relokasi pedagang pasar Cinde belum ada persiapan lapak jualan dll hanya ada pedagang besi saja.
Di lokasi yang direncanakan revitalisasi, belum terlihat material maupun alat berat dari kontraktor.
Hanya ada galian dan besi untuk pembangunan LRT.
Pasar Cinde yang direncanakan terintegrasi sebagai stasiun LRT, akan diubah menjadi pasar modern berlantai 18.
Pengembang yang akan merevitalisasi adalah PT Magna Beatum anak perusahaan PT Aldiron.
Sementara seorang pedagang cabai, Cik Ima mengaku belum disuruh untuk pindah.
Namun dari pihak pasar sudah mendata dan meminta bukti pembayaran retribusi.
"Belum ada (disuruh pindah), mau dipindah juga tempatnya tidak jelas, apakah akan dibuatkan lapak saya tidak tahu," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pasar-cinde_20161013_114336.jpg)