Wabup OKU Kembali Jalani Pemeriksaan Terkait 'Mark Up' Pembelian Lahan TPU

Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel kembali melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati OKU Johan Anwar

Wabup OKU Kembali Jalani Pemeriksaan Terkait 'Mark Up' Pembelian Lahan TPU
TRIBUNSUMSEL/ M ARDIANSYAH
Wakil Bupati OKU Johan Anwar mencoba menghindar dari kejaran wartawan saat ditanya mengenai pemeriksaan dirinya terkait mark up pembelian lahan kuburun di Mapolda Sumsel, Kamis (25/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M Ardiansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel kembali melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati OKU Johan Anwar di ruang Tipikor Ditreskrimsus Mapolda Sumsel, Jumat (26/8/2016).

Pemeriksaan kembali yang dilakukan penyidik untuk mendalami peran Johan Anwar terkait mark up pembelian lahan TPU Baturaja yang merugikan negara Rp 3.49 miliar.

Sejak pukul 09.00, Johan Anwar kembali menjalani pemeriksaan terkait keterlibatannya terhadap kasus mark up pembelian lahan kuburan di kawasan Baturaja Timur seluas 10 hektare.

Dengan mengenakan baju putih, Johan secara intensif diperiksa penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel. Hingga sore hari, Johan masih menjalani pemeriksaan secara mendalam terkait keterlibatan dan fakta-fakta yang ada di persidangan bila Johan menerima Rp 1 miliar dari uang mark up pembelian lahan kuburan.

Dimana, pembelian lahan kuburan yang telah membawa empat orang menjadi terdakwa di kursi pesakitan keterlibatan Johan untuk pembelian lahan kuburan seluas 10 hektare tersebut.

Saat menjabat sebagai Ketua DPRD OKU, Johan juga pernah diperiksa terkait kasus ini sebagai saksi untuk keempat terdakwa yakni Hidirman, Najamudin, Umirton dan Ahmad Junaidi. Karena, dalam pembelian lahan kuburan menggunakan dana APBD tahun 2012 dengan nilai Rp 6.1 miliar.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved