RS Myria Diancam Bom

Sakit Hati dengan Omongan Dokter di RS Myria Membuat Nopriansyah Ancam Ledakan Rumah Sakit

Olok-olok dari sang teman ditelepon yang juga mengatakan dirinya tidak dapat

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL/ M ARDIANSYAH
Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga ketika menginterogasi tersangka Nopriansyah (34) yang telah melakukan pengancaman akan meledakan RS Myria Palembang menggunakan bom beberapa waktu lalu, Kamis (21/7/2016). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sakit hati lantaran anak pertamanya meninggal di dalam kandungan setelah pecah ketuban dan dibawa ke RS Myria Palembang setahun lalu, membuat Nopriansyah (34) menelepon petugas RS Myria Palembang jika dirinya akan mengebom RS Myria.

"Setahun lalu, istri mengalami kecelakaan lalu dibawa berobat ke RS Myria. Tetapi kata dokter disana kalau mau sehat bawa ke Singapura, ujungnya anak saya meninggal di dalam perut dan itu anak pertama setelah empat tahun menunggu," ujarnya sambil menangis saat diamankan di Polda Sumsel, Kamis (21/7/2016).

Rasa sakit hati Nopriansyah semakin menjadi setelah ada temannya yang menelepon dan mengatakan jika istrinya tidak dapat memberikan anak lagi untuk dirinya.

Olok-olok dari sang teman ditelepon yang juga mengatakan dirinya tidak dapat menimang anak, membuatnya kesal dan memutuskan untuk meneror RS Myria Palembang.

Saat sedang menyetir mobil boks untuk pengantarkan barang, dengan ponselnya ia menelepon RS Myria Palembang.

Sebanyak dua kali ia menelepon dan mengatakan akan meledakan RS Myria Palembang menggunakan bom.

Ia tidak sadar teror bom yang diungkapkannya tersebut akan membawanya ke penjara.

Usai menelepon RS Myria Palembang ia kembali bekerja dan merasa cukup lega mengungkapkan sakit hatinya dengan meneror RS Myria Palembang.

"Aku masih bekerja dan memang tidak ada niat untuk melakukan hal itu. Karena sakit hati dan ada nomor RS Myria di ponsel, makanya aku telepon dan mengaku akan meledakan RS Myria menggunakan bom''

"Istri saya tidak bisa mempunyai anak dan sekarang saya ditangkap polisi. Istri juga tidak tahu aku ditangkap, takut dia bertambah sedih," katanya sambil menangis.Pelaku teror bom RS Myria Palembang beberapa waktu lalu ditangkap Subdit III Jatanras Polda Sumsel ketika sedang bekerja.

Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulloh menuturkan, setelah adanya ancaman teror bom di RS Myria Palembang sepekan lalu tepatnya tanggal 11 Juli 2016 pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan terhadap saksi-saksi.

Dari nomor yang ada, dilakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka ketika sedang bekerja.

"Tersangka ditangkap di Jalan Pangeran Ayin Kenten Laut Banyuasin pada Senin (16/7/2016) pukul 11.00 ketika sedang bekerja. Kepastian ini merupakan pelaku peneroran setelah dilakukan penyelidikan selama sepekan," ujarnya, Kamis (21/7/2016).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved