WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf
Keluarga WNI yang Disandera Abu Sayyaf Hanya Bisa Terus Berdoa dan Berdoa
Kita saat ini terus menunggu kabar dari pemerintah terutama dari Kementerian Dalam Negeri, usaha kami selain berkoordinasi yakni terus berdoa
Tak hanya itu saja, masih ada saja awak media datang menanyakan informasi dari pihak perusahaan Alvian, yakni PT Patria Maritime Line, pemerintah, serta kondisi istri Alvian.
Rumah berlantai II yang didiami pria yang bertugas sebagai Second Officer atau Mualim Dua tersebut, juga kerap disambangi para tetangga-tetangga lainnya.
Beberapa kerabat juga masih memantau pemberitaan di televisi terkait kasus penyanderaan 10 ABK kapal yang terjadi di perairan Tawi-Tawi, Filipina, pada Sabtu 26 Maret 2016 lalu.
Kerabat atau bibi Alvian, Syiane Petty, mengaku pasrah dan menyerahkan seluruh ke Pemerintah Indonesia terkait kasus pembajakan kapal, hingga berujung penyanderaan tersebut.
Diakui Syiane, hingga saat ini pihak keluarga atau tepatnya orangtua Alvian menggelar doa bersama di Manado, Sulawesi Utara.
"Untuk saat ini, Youla selaku istri Alvian enggan diwawancarai dulu karena kondisinya shock. Hingga saat ini, Youla terus berdoa untuk keselamatan suaminya, di kamar tidurnya. Sementara bapaknya Alvian sendiri sedang sibuk ibadah di kampung. Menggelar doa bersama. Semoga semuanya tetap baik-baik saja" kata Syiane.
Pihak keluarga pun terus berharap akan adanya keajaiban, atau Alvian dapat lolos dari tawanan Abu Sayyaf.
Syiane pun terus menuturkan doa-doa, serta memuja-muji kebesaran Maha Kuasa yang tertutur dari bibirnya.
"Pastinya, saya percaya Tuhan ada dan bisa menolong mereka yang disandera termasuk keponakan saya," ucap Syiane.